Categories: Berita Nasional

MK “Goyang” UU Pensiun Pejabat, Nasib Hak Keuangan Dipertaruhkan

Selama masa transisi, hak pensiun tetap diberikan sesuai ketentuan lama.

Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1980, besaran pensiun dihitung dari lama masa jabatan dan setara dengan 60 persen dari gaji pokok.

Untuk anggota DPR yang menjabat sebagai ketua, pensiun bulanan berkisar Rp3,02 juta dari gaji pokok Rp5,04 juta.

Wakil ketua menerima sekitar Rp2,77 juta dari gaji Rp4,62 juta, sementara anggota biasa memperoleh sekitar Rp2,52 juta dari gaji pokok Rp4,20 juta.

BACA JUGA: Resmi! Bukan Cuma Gaji Pokok, Pensiunan PNS 2026 Dapat 2 Tunjangan Tambahan dari Taspen, Segini Totalannya

Selain itu, terdapat pula Tunjangan Hari Tua (THT) yang diberikan satu kali setelah masa jabatan berakhir, dengan nominal sebesar Rp15 juta.

Meski angka-angka tersebut kerap menjadi bahan perdebatan publik—terutama jika dibandingkan dengan kesejahteraan masyarakat luas—MK tidak secara langsung mengubah skema tersebut.

Fokus utama putusan ini adalah membuka jalan bagi pembaruan sistem yang lebih relevan dan berkeadilan.

Bagi sebagian pengamat, keputusan MK ini dapat menjadi momentum penting untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem penggajian dan pensiun pejabat negara.

Tidak hanya soal nominal, tetapi juga transparansi, akuntabilitas, serta kesesuaian dengan kondisi fiskal negara.

Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan pemerataan kesejahteraan, publik kini menanti langkah konkret dari DPR dan pemerintah.

BACA JUGA: Gaji Pensiunan Cair 1 Desember 2025! Ada Sinyal Kenaikan? Ini Bocoran Nominal untuk Purnawirawan Polri

Apakah mereka mampu memanfaatkan waktu dua tahun ini untuk merancang regulasi yang lebih modern dan responsif? Ataukah justru membiarkan aturan lama “kedaluwarsa” tanpa pengganti?

Yang jelas, putusan MK ini bukan sekadar soal angka pensiun. Ia adalah sinyal kuat bahwa sistem lama tidak lagi cukup, dan perubahan adalah keniscayaan.

Kini, bola ada di tangan para pembuat undang-undang—apakah mereka siap menjawab tantangan zaman? (*/red)

Page: 1 2

Redaksi

View Comments

Share
Tags: anggota DPR hak keuangan pejabat kebijakan negara Mahkamah Konstitusi pensiun DPR putusan MK reformasi regulasi Saldi Isra tunjangan hari tua UU 12 Tahun 1980
Topik: Keuangan

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

10 Dusun Belum Teraliri Listrik PLN

Pemkab Empat Lawang mendata sekitar 10 dusun di tujuh kecamatan yang belum teraliri listrik PLN…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

TP PKK dan BNN Luncurkan Ananda Bersinar di Empat Lawang

TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…

3 hari ago
  • Berita

Joncik Ajak Pemuda Empat Lawang Jaga Persatuan dan Keberagaman

Bupati Joncik Muhammad mengajak masyarakat dan pemuda Empat Lawang menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai…

3 hari ago
  • Berita

Polsek Muara Pinang Antar Jenazah Warga Lewat Program Si Baja

Polsek Muara Pinang membantu mengantarkan jenazah Nuril Aminah melalui program Si Baja sebagai wujud pelayanan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba dari Hulu

BNN Empat Lawang mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memperkuat pencegahan narkoba melalui edukasi, inovasi, dan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Dua Rumah di Ulu Musi Empat Lawang Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Dua rumah warga di Padang Tepung, Ulu Musi, Empat Lawang, ludes terbakar. Diduga korsleting listrik,…

5 hari ago