Batik Tebing Tinggi hadir dengan motif durian, kopi, dan madu lebah sebagai langkah awal menghadirkan identitas batik khas Empat Lawang.(*/dok/IST)
° Tebing Tinggi menghadirkan motif batik baru terinspirasi durian, kopi, dan madu lebah.
Inisiatif Noperman Subhi ini diharapkan jadi identitas daerah serta mendorong ekonomi kreatif Empat Lawang melalui produk batik khas yang bisa bersaing secara nasional.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Kekayaan budaya setiap daerah di Indonesia kerap tercermin melalui busana tradisional, terutama batik yang memuat jejak identitas lokalnya.
Seperti halnya Musi Banyuasin dengan jumputan gambo, Pagaralam dengan motif rumah baghi, hingga Lubuk Linggau yang dikenal dengan corak durian, masing-masing daerah memiliki simbol visual yang mampu dikenali tanpa perlu diperkenalkan.
Upaya menghadirkan batik khas daerah bukanlah proses sederhana.
Motif harus lahir dari perenungan panjang agar benar-benar merepresentasikan karakter wilayah. Flora, fauna, tradisi, makanan lokal, hingga ragam ukiran adat sering menjadi sumber inspirasinya.
Selain sebagai identitas budaya, batik juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah melalui industri kerajinan dan souvenir.
Dalam semangat itulah, Noperman Subhi—pencipta Batik Paiker bermotif Lemang yang telah mengantongi HAKI—kembali melakukan eksplorasi baru.
BACA JUGA: Banyuasin Dorong Batik Jumputan Pedade Jadi Produk Indikasi Geografis
Kali ini ia mencoba merumuskan motif batik yang dapat mewakili wajah Tebing Tinggi, ibu kota Kabupaten Empat Lawang.
Berbagai survei dilakukan, mulai dari menelusuri ukiran rumah baghi di Desa Lubuk Gelanggang, mempertimbangkan ikon stasiun kereta api serta terowongannya, hingga menyoroti Sungai Musi sebagai urat nadi kehidupan.
Lanskap perkebunan sawit yang mendominasi wilayah pertanian pun ikut dipertimbangkan.
Namun setelah berbagai pertimbangan, pilihan mengerucut pada unsur yang paling melekat di benak masyarakat luar tentang Tebing Tinggi: durian (lempok), madu sialang, dan kopi.
Ketiga komoditas ini bukan hanya terkenal, tetapi juga mencerminkan kesejahteraan, kerja keras, serta kekompakan masyarakat setempat.
Page: 1 2
Dinas Pertanian Empat Lawang akan meninjau sawah terdampak kekeringan dan membuka peluang usulan bantuan bibit…
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Suparno, mengungkapkan sekolah yang kini menampung 270 siswa…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang menjadi…
Open House dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang Tahun Ajaran 2026/2027…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…