Moto Tag 2 hadir dengan baterai 500 hari, UWB, Bluetooth 6.0, IP68, dan harga terjangkau. Tracker canggih Motorola siap jadi solusi pelacak modern. (*/IST)
° Motorola resmi meluncurkan Moto Tag 2, tracker pintar generasi terbaru dengan baterai super awet hingga 500 hari.
° Dukungan UWB, Bluetooth 6.0, IP68, dan fitur keamanan baru menjadikannya salah satu tracker paling canggih di kelasnya.
° Harga mulai Rp700 ribuan.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Motorola kembali membuat gebrakan di pasar perangkat pintar dengan meluncurkan Moto Tag 2, tracker generasi kedua yang membawa lompatan besar dalam hal efisiensi daya dan teknologi pelacakan.
Perangkat mungil ini kini mampu bertahan hingga 500 hari atau sekitar 1,5 tahun hanya dengan satu baterai koin CR2032.
Sebagai perbandingan, generasi pertama Moto Tag hanya sanggup bertahan sekitar 365 hari.
Artinya, Motorola berhasil meningkatkan efisiensi daya hingga 35 persen, sebuah peningkatan signifikan untuk perangkat sekecil ini.
Salah satu faktor kunci di balik daya tahan ekstrem tersebut adalah penggunaan Bluetooth 6.0, generasi terbaru yang jauh lebih hemat energi dibanding Bluetooth 5.4.
BACA JUGA: Motorola Signature Resmi! Flagship Tipis Ini Bikin Pesaing Panik
Teknologi ini juga membawa fitur Channel Sounding, memungkinkan pengukuran jarak yang sangat presisi, bahkan di dalam ruangan.
Moto Tag 2 dibekali ultra-wideband (UWB) yang mampu melacak jarak dan arah secara akurat.
Integrasinya dengan Google Find Hub Network membuat perangkat ini tetap bisa ditemukan selama ada perangkat Android di sekitarnya — bahkan dari jarak yang sangat jauh.
Tak hanya soal teknologi pelacakan, daya tahannya juga meningkat. Moto Tag 2 kini mengantongi sertifikasi IP68, naik dari IP67 di generasi sebelumnya.
BACA JUGA: Motorola Guncang Pasar! Razr Fold Bikin Samsung Ketar-ketir
Artinya, tracker ini tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Motorola menambahkan tombol fisik yang memungkinkan pengguna membunyikan smartphone yang terhubung, bahkan ketika ponsel dalam mode silent — fitur kecil tapi sangat membantu saat ponsel “menghilang”.
Page: 1 2
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…