Hal ini memberi kepastian kepada umat dalam mempersiapkan ibadah.
Terkait potensi perbedaan awal puasa dengan kelompok lain, Ridwan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keniscayaan dalam khazanah keislaman.
Ia mengajak umat untuk menyikapinya dengan bijak dan tidak menjadikannya sumber perpecahan.
BACA JUGA: Sirine Zaman Belanda Bangun Lagi! Palembang Hidupkan Alarm Kota di Malam Tahun Baru
“Perbedaan adalah rahmat. Masing-masing memiliki metode dan dasar hukum yang sah. Yang terpenting adalah semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung minggu, Ridwan juga mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan pengampunan diri.
“Jika kita menjalankan ibadah dengan ikhlas, Ramadhan menjadi kesempatan besar agar dosa-dosa kita dihapus melalui rahman dan rahim-Nya,” pungkasnya. (*/red)
Page: 1 2
Pemkab Empat Lawang bersama BNN dan Polres memperkuat pencegahan narkoba melalui Bejeghum, edukasi sekolah, kurikulum…
Polres Empat Lawang menyita 208 botol miras ilegal dari dua warung di Tebing Tinggi melalui…
Enam daerah irigasi di Empat Lawang akan direhabilitasi melalui program Kementerian PU dengan total anggaran…
Polsek Muara Pinang mengamankan pria berinisial Z (39) dalam kasus dugaan peredaran ganja sekitar 1…
Penerimaan CPNS 2026 Empat Lawang masih menunggu formasi KemenPAN-RB. Sekda Fauzan Khoiri Denin menyebut seleksi…
Pemkab Empat Lawang melantik 27 pejabat. Sekda Fauzan Khoiri mengingatkan ASN meningkatkan kompetensi menghadapi persaingan…
View Comments