Hal ini memberi kepastian kepada umat dalam mempersiapkan ibadah.
Terkait potensi perbedaan awal puasa dengan kelompok lain, Ridwan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keniscayaan dalam khazanah keislaman.
Ia mengajak umat untuk menyikapinya dengan bijak dan tidak menjadikannya sumber perpecahan.
BACA JUGA: Sirine Zaman Belanda Bangun Lagi! Palembang Hidupkan Alarm Kota di Malam Tahun Baru
“Perbedaan adalah rahmat. Masing-masing memiliki metode dan dasar hukum yang sah. Yang terpenting adalah semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung minggu, Ridwan juga mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan pengampunan diri.
“Jika kita menjalankan ibadah dengan ikhlas, Ramadhan menjadi kesempatan besar agar dosa-dosa kita dihapus melalui rahman dan rahim-Nya,” pungkasnya. (*/red)
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
View Comments