Hal ini memberi kepastian kepada umat dalam mempersiapkan ibadah.
Terkait potensi perbedaan awal puasa dengan kelompok lain, Ridwan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keniscayaan dalam khazanah keislaman.
Ia mengajak umat untuk menyikapinya dengan bijak dan tidak menjadikannya sumber perpecahan.
BACA JUGA: Sirine Zaman Belanda Bangun Lagi! Palembang Hidupkan Alarm Kota di Malam Tahun Baru
“Perbedaan adalah rahmat. Masing-masing memiliki metode dan dasar hukum yang sah. Yang terpenting adalah semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung minggu, Ridwan juga mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan pengampunan diri.
“Jika kita menjalankan ibadah dengan ikhlas, Ramadhan menjadi kesempatan besar agar dosa-dosa kita dihapus melalui rahman dan rahim-Nya,” pungkasnya. (*/red)





