Nekat Bawa Sajam, Alasannya Mengejutkan!

oleh -207 Dilihat
oleh
Warga Pedamaran ditangkap membawa sajam saat patroli. Ia berdalih untuk menghadapi musuh. Polisi mengingatkan larangan membawa senjata tajam sembarangan. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Seorang warga Pedamaran OKI berinisial SS (49) diamankan polisi saat patroli malam karena membawa senjata tajam.

° Ia mengaku membawa pisau untuk berjaga-jaga menghadapi musuhnya.

° Polisi menilai tindakan itu berpotensi memicu konflik dan mengancam keamanan masyarakat.


OKI, LINTANGPOS.com – Sabtu malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, suasana Dusun IV Desa Pedamaran VI, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tampak tenang.

Namun ketenangan itu mendadak berubah ketika patroli rutin Polsek Pedamaran mendapati seorang pria menyelipkan sebilah pisau di pinggang kirinya.

Pria tersebut berinisial SS (49), warga setempat, yang langsung terjaring razia dalam kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan.

Patroli ini, menurut Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH melalui Kapolsek Pedamaran AKP Ilham Parlindungan SH, dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

“Polsek Pedamaran memang rutin melaksanakan patroli. Semalam tersangka ini terjaring membawa senjata tajam,” ujar AKP Ilham, Minggu (4/1/2026).

Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan sebilah pisau yang terselip rapi di pinggang kiri SS.

BACA JUGA: Terungkap! Penggerebekan Dramatis di Simpang Mbacang, 700 Gram Ganja Diamankan, Dua Pemuda Terjerat Kasus Narkoba

Begitu barang bukti ditemukan, SS tak lagi dapat mengelak.

Petugas langsung memborgol dan mengamankannya ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Alasan SS membawa senjata tajam cukup mengejutkan.

Ia mengaku memiliki musuh dan takut lebih dulu diserang jika berpapasan di jalan.

“Aku sebenarnyo idak sering bawa pisau, tapi aku ini ado musuh, Pak. Jadi dari pado kagek aku diduluinyo, lemaklah aku dului,” tutur SS kepada petugas.

Pengakuan itu justru membuat aparat khawatir akan potensi konflik yang lebih besar.

BACA JUGA: Inkrah! Kasus Fee Pokir DPRD OKU Jilid II Tamat, KPK Masih Mengendus Aktor Besar di Balik Layar

Kapolsek menilai, jika SS tidak terjaring patroli malam itu, kemungkinan besar akan terjadi perkelahian atau keributan di tengah masyarakat.

“Bayangkan saja kalau si pelaku tidak terjaring tadi malam, mungkin saja akan ada kejadian yang lebih besar,” jelas AKP Ilham.

Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat.

Pemerintah secara tegas melarang kepemilikan dan membawa senjata tajam tanpa alasan profesi yang sah serta bukan pada tempatnya.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat diproses secara pidana.

“Melalui kegiatan rutin ini kami berharap masyarakat merasa aman dan nyaman. Kami juga mengimbau agar tidak membawa senjata tajam karena sangat berbahaya,” tutupnya. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.