Di Filipina, perangkat tersebut dibanderol 2.190 peso Filipina atau sekitar US$38.
HMD belum mengumumkan harga Nokia 300 Charge untuk negara lain maupun kepastian jadwal pemasarannya di luar Filipina.
BACA JUGA: Bukan BlackBerry, Ini Smartphone Baru dengan Keyboard Fisik yang Bikin Profesional Ketagihan Kerja
Meski demikian, perangkat ini telah tercantum di situs global perusahaan sehingga peluang ekspansi pasar tetap terbuka.
Kehadiran Nokia 300 Charge menjadi menarik di tengah persaingan smartphone yang semakin mengandalkan AI, kamera beresolusi tinggi, layar besar dan jaringan internet cepat.
HMD justru mengambil jalur berbeda dengan menawarkan baterai besar, komunikasi dasar dan kemampuan reverse charging dalam sebuah perangkat sederhana.
Dengan konsep tersebut, Nokia 300 Charge bukan sekadar ponsel untuk melakukan panggilan atau berkirim pesan.
Baterainya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya darurat bagi perangkat lain ketika dibutuhkan. (*/red)






