Kini, menurut peringkat lima tahun UEFA, Bundesliga bahkan turun ke posisi keempat di bawah Premier League, Serie A, dan La Liga — sebuah sinyal bahwa sepak bola Jerman sedang menghadapi krisis daya saing.
BACA JUGA: Van Dijk Fokus Bawa Liverpool Raih Liga Inggris dan Liga Champions Musim Ini
Peringatan Oliver Kahn adalah alarm keras bagi sistem sepak bola Jerman. Liga yang selama ini dikenal dengan efisiensi, kedisiplinan, dan semangat komunitas kini dituntut untuk berpikir lebih terbuka dan strategis.
Jika tidak, bukan hanya talenta terbaik yang akan pergi, tetapi identitas Bundesliga sebagai liga kompetitif Eropa pun bisa perlahan menghilang.
“Sepak bola paling sukses dimainkan di tempat yang punya sumber daya finansial paling kuat. Itu realitas yang harus kita hadapi. Dan kalau tidak, ya… kita akan terus tertinggal,” tutup Kahn. (*/red)
Kejari Empat Lawang menggelar syukuran Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia. Bupati Joncik Muhammad menekankan…
Reminder bersama Abu Marlo dan Sandra Novita mengajak pendengar memahami bahwa rasa sakit akibat perkataan…
Pengisi suara Amirah Zerlett Seraj membawakan reminder tentang fenomena counterfactual thinking, ketika seseorang merasa kalah…
M Leli, warga Padang Bindu yang hilang di Sungai Musi, ditemukan meninggal dunia setelah tim…
Personel Polres Empat Lawang mendonorkan darah B+ untuk membantu bayi yang membutuhkan transfusi akibat kadar…
Kasus Ruben Onsu memasuki babak baru setelah pelapor berdamai dan menarik laporan. Jhon LBF disebut…