OnePlus 15R Bikin Fans Kecewa, Baterai Monster Harga Nyaris Flagship

oleh -331 Dilihat
oleh
OnePlus 15R menawarkan baterai luar biasa dan layar cepat, tapi kenaikan harga membuatnya sulit bersaing. Apakah ini akhir daya tarik seri R? (*/IST)

Ini menandai perubahan arah strategi OnePlus yang cukup berisiko: meninggalkan identitas value-for-money yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Spesifikasi Tinggi, Tapi Ada yang Hilang

BACA JUGA: Baterai Monster, Harga Lebih Masuk Akal! OnePlus 15R Datang Diam-Diam Tapi Menggoda

Dari sisi performa, OnePlus 15R jelas bukan ponsel lemah.

Snapdragon 8 Gen 5 yang digunakan memang berada satu tingkat di bawah versi Elite, tetapi tetap sangat kencang untuk gaming dan multitasking berat.

Layarnya bahkan mendukung refresh rate adaptif hingga 165Hz, fitur yang jarang ditemukan di kelas harga ini.

Desainnya tahan air dan debu hingga IP69K, pengisian daya kabel 80W super cepat, serta OxygenOS berbasis Android 16 yang tetap mulus dan ringan.

Namun, di sinilah kompromi mulai terasa. Lensa telefoto dihilangkan, padahal harganya lebih mahal dari pendahulunya.

Wireless charging juga absen, fitur yang mulai dianggap standar di kelas premium.

BACA JUGA: Huawei Mate 70 Air Muncul Diam-Diam, Tipisnya Bikin iPhone Air Terancam?

Ditambah lagi, dukungan pembaruan software OnePlus masih kalah dibanding Samsung dan Google.

Kekurangan seperti ini mungkin bisa dimaafkan jika harga berada di kisaran US$500.

Tapi dengan banderol mendekati flagship, absennya fitur-fitur tersebut terasa semakin mencolok.

Baterai Masih Jadi Penyelamat

Jika ada satu hal yang benar-benar membuat OnePlus 15R tetap relevan, jawabannya adalah baterai.

Kapasitas 7.400 mAh dipadukan dengan efisiensi chipset membuat ponsel ini sanggup menemani pengguna seharian penuh, bahkan untuk penggunaan berat seperti gaming.

BACA JUGA: iPhone Fold Siap Mengguncang Pasar Ponsel Lipat dengan Teknologi yang Bikin Samsung Ketar-Ketir

Tak heran jika OnePlus 15R masih menarik bagi gamer mobile yang mengutamakan performa stabil dan daya tahan ekstra.

Layar cepat dan baterai besar menjadi kombinasi ideal untuk segmen tersebut.

Akhir dari Pesona Seri R?

OnePlus 15R bukan ponsel yang buruk. Dengan performa, layar, dan baterai yang kuat, perangkat ini tetap layak mendapatkan penilaian tinggi.

Namun, kekecewaannya bersifat emosional sekaligus strategis.

Dalam upaya menjadi “flagship versi ringan”, OnePlus justru mengorbankan ciri khas seri R sebagai alternatif cerdas dan terjangkau.

BACA JUGA: Xiaomi Nekat Lompat ke Seri 20, Tinggalkan Angka 19 demi Menantang iPhone Ultah ke-20?

Hasilnya adalah ponsel yang terasa kehilangan identitas.

Bagi penggemar lama, OnePlus 15R mungkin menandai akhir dari era ketika seri R menjadi rekomendasi aman bagi siapa saja yang ingin ponsel kencang tanpa harus membayar mahal.

Dan itulah yang membuat kekecewaan ini terasa begitu sulit diterima. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search