Dengan jumlah personel yang terbatas sementara massa terus bertambah, kondisi dinilai semakin tidak aman.
Demi mencegah potensi bentrokan dan menjaga keselamatan anggota, aparat akhirnya memilih menarik diri dari lokasi.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, SIK, MH melalui Kasat Resnarkoba Iptu Guntur Iswahyudi membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, anggota kepolisian memang sedang menjalankan tugas penindakan, namun kondisi lapangan tidak memungkinkan operasi dilanjutkan.
“Anggota kami sudah berada di lokasi untuk melakukan penindakan, tetapi dihalau oleh massa. Karena jumlah warga jauh lebih banyak dibanding personel, kami memutuskan mundur demi keamanan,” kata Iptu Guntur, Jumat (9/1/2026).
Ia memastikan seluruh personel dalam keadaan selamat dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Meski begitu, pihak kepolisian menyayangkan adanya penghadangan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas negara.
“Pemberantasan narkoba dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Kami berharap ada dukungan bersama agar lingkungan terbebas dari ancaman narkotika,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi memerlukan dukungan penuh dari masyarakat.
Tanpa kerja sama semua pihak, upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkotika akan terus menghadapi tantangan di lapangan. (*/red)






