NTT, LintangPos.com — Jika berbicara tentang Pulau Rote, yang terlintas di benak banyak orang mungkin adalah alunan merdu alat musik Sasando, simbol budaya yang lahir dari tanah paling selatan Indonesia ini.
Namun, pesona Rote tidak berhenti pada harmoni dawai tradisionalnya saja.
Ada satu keindahan alam yang membuat para pelancong berbondong-bondong datang setiap tahunnya — Pantai Nembrala, mutiara laut di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Pantai yang berada sekitar 30 kilometer dari Kota Ba’a ini dikenal dengan pasir putih lembut, panorama laut biru jernih, dan gulungan ombak raksasa yang sudah lama menjadi incaran para peselancar dunia.
Setiap musim ombak tiba, yakni sekitar bulan Agustus hingga Oktober, kawasan ini ramai oleh event surfing bertaraf regional hingga internasional.
Peselancar dari Australia, Amerika, hingga Eropa datang untuk menantang ombak setinggi 4–6 meter yang bergulung sempurna di sepanjang garis pantai.
BACA JUGA: Pantai Napae, Permata Tersembunyi Desa Mebba yang Siap Jadi Andalan Wisata Bahari NTT
Tak hanya pesona ombaknya yang menggoda adrenalin, Pantai Nembrala juga terkenal sebagai sentra penghasil rumput laut terbesar di Pulau Rote Ndao.
Aktivitas para petani yang menjemur hasil panen di tepi pantai menjadi pemandangan yang menenangkan, seolah mengingatkan bahwa di balik keindahan alam, ada kehidupan sederhana yang terus berdenyut.
Saat sore menjelang, momen matahari tenggelam di ufuk barat menjadi penutup sempurna—pantulan sinar jingga di antara bentangan jaring rumput laut menciptakan panorama yang sulit dilupakan.
Akses Menuju Nembrala
Untuk mencapai Pulau Rote dari Kota Kupang, wisatawan memiliki dua pilihan jalur, yakni udara dan laut.
Melalui jalur udara, penerbangan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Lekunik Rote dilayani oleh maskapai Trans Nusa dan Susi Air dengan tarif sekitar Rp200.000–Rp300.000 per sekali terbang.
BACA JUGA: Sumsel Dorong Transformasi Digital Pariwisata Lewat Virtual Tour dan AI
Jadwal penerbangan umumnya tersedia tiga kali seminggu, tergantung kondisi cuaca.





