Pantangan Rumah Menghadap Arah Ini Menurut Orang Jawa

oleh -399 Dilihat
Kepercayaan Jawa melarang rumah menghadap arah tertentu karena diyakini berdampak pada rezeki dan keharmonisan. Ini penjelasan lengkapnya.

Ringkasan Berita:

° Dalam kepercayaan Jawa, arah hadap rumah bukan sekadar soal estetika.

° Ada pantangan tertentu yang dipercaya membawa kesialan, konflik keluarga, hingga rezeki seret.

° Tradisi ini masih dipegang kuat hingga kini dan sarat makna filosofis.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Bagi masyarakat Jawa, membangun rumah bukan hanya urusan teknis, tetapi juga menyangkut keseimbangan hidup.

Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah arah hadap rumah, karena dipercaya berpengaruh besar terhadap nasib penghuninya.

Dalam tradisi Jawa, arah mata angin memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan energi alam, leluhur, hingga perjalanan hidup manusia.

Karena itu, ada beberapa pantangan arah rumah yang sebaiknya dihindari menurut kepercayaan turun-temurun.

1. Rumah Menghadap Barat

Arah barat sering dikaitkan dengan simbol “surup” atau tenggelam.

BACA JUGA: 10 Tips Bangun Rumah Hemat, Impian Pasangan Muda Terwujud

Dalam filosofi Jawa, ini melambangkan akhir, kemunduran, dan kesedihan.

Rumah yang menghadap barat dipercaya rawan konflik rumah tangga dan sulit berkembang secara ekonomi.

2. Rumah Menghadap Selatan

Arah selatan identik dengan Ratu Kidul, penguasa laut selatan dalam mitologi Jawa.

Menghadap ke arah ini dianggap berisiko karena diyakini membawa energi besar yang tidak semua orang mampu “menanggungnya”, terutama bagi keluarga biasa.

3. Rumah Menghadap Timur Laut

BACA JUGA: Petani Banyuasin Bakal Nikmati SPBU Pertanian Pertama di Indonesia

Arah ini kerap disebut sebagai arah “wingit”.

Dalam primbon Jawa, timur laut dianggap kurang baik karena melambangkan ketidakstabilan, sering dikaitkan dengan sakit-sakitan dan hubungan sosial yang tidak harmonis.

Mengapa Masih Dipercaya Hingga Kini?

Meski zaman terus berubah, kepercayaan ini masih hidup karena dianggap sebagai bentuk kearifan lokal.

Banyak orang Jawa meyakini bahwa menghormati tradisi sama dengan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Namun, sebagian tokoh budaya menekankan bahwa pantangan ini sebaiknya dimaknai secara filosofis, bukan ditelan mentah-mentah.

BACA JUGA: Status Honorer Akhirnya Terjawab! PPPK Paruh Waktu Jadi Jalan Tol Menuju ASN Penuh di 2026

Intinya adalah membangun rumah dengan pertimbangan matang, tidak serampangan, dan tetap menjaga harmoni keluarga.

Larangan rumah menghadap arah tertentu menurut orang Jawa bukan sekadar mitos, melainkan warisan budaya penuh simbol dan pesan kehidupan.

Percaya atau tidak, nilai kehati-hatian dan keseimbangan di baliknya tetap relevan hingga sekarang. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.