Ketahanan keluarga kini menghadapi tantangan serius di tengah tekanan ekonomi, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola hidup masyarakat.
Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan diharapkan dapat memperkuat program edukasi keluarga, konseling perkawinan, serta pendampingan sosial guna menekan laju perceraian yang terus meningkat.
BACA JUGA: Dapur Meledak Pagi Buta! Warga Lubuk Linggau Panik, Tabung Gas Diduga Bocor
Jika tren ini terus berlanjut tanpa intervensi serius, Banyuasin berpotensi menghadapi dampak sosial jangka panjang, terutama terhadap anak-anak korban perceraian. (*/red)







