Categories: Banyuasin Sumsel

Para Istri di Banyuasin Ramai-Ramai Gugat Cerai, Ini Penyebabnya!

Ringkasan Berita:

° Pengadilan Agama Pangkalan Balai mencatat lonjakan cerai gugat sepanjang 2025.

° Sebanyak 979 istri menggugat cerai suami.

° Faktor ekonomi, KDRT, judi online, dan perselingkuhan disebut menjadi pemicu utama tingginya angka perceraian di Banyuasin.


BANYUASIN, LINTANGPOS.com Fenomena perceraian di Kabupaten Banyuasin kian mengkhawatirkan.

Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama Pangkalan Balai mencatat lonjakan signifikan perkara cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.

Berdasarkan data resmi lembaga tersebut, sebanyak 979 perkara cerai gugat diterima selama tahun 2025.

Angka ini jauh melampaui jumlah cerai talak yang diajukan oleh pihak suami, yakni sebanyak 227 perkara.

Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Balai, YM Achmad Fikri Oslami, SHI, MHI, mengungkapkan bahwa tren perceraian di wilayah Banyuasin menunjukkan peningkatan konsisten sejak tahun 2020 hingga 2025.

“Total perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Pangkalan Balai sepanjang tahun 2025 mencapai 1.501 perkara. Dari jumlah tersebut, 1.223 merupakan perkara perceraian, sementara sisanya 278 perkara berupa permohonan,” ujar Fikri, Jumat (9/1/2026).

BACA JUGA: Cinta Berujung Luka! Janda di Palembang Dianiaya Pacar Berondong, HP dan Dompet Raib Dibawa Kabur

Potret Lengkap Perkara 2025

Selain cerai gugat dan cerai talak, berbagai jenis perkara lain turut ditangani pengadilan sepanjang 2025, di antaranya:

  • Harta bersama: 4 perkara
  • Penguasaan anak: 3 perkara
  • Perwalian: 9 perkara
  • Asal usul anak: 19 perkara
  • Isbat nikah: 179 perkara
  • Dispensasi perkawinan: 71 perkara
  • Wali adhol: 2 perkara
  • Kewarisan: 3 perkara
  • Penetapan ahli waris: 5 perkara

Data tersebut memperlihatkan kompleksitas persoalan rumah tangga yang berkembang di tengah masyarakat Banyuasin.

Empat Faktor Pemicu Perceraian

Menurut Fikri, terdapat empat faktor utama yang mendominasi penyebab perceraian di Kabupaten Banyuasin:

BACA JUGA: Angka Perceraian Meledak! Dewan: Jangan Sampai OKU Timur Jadi ‘Kampung Janda’

  1. Masalah ekonomi – tekanan finansial rumah tangga yang tidak tertangani dengan baik.
  2. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) – baik secara fisik maupun psikis.
  3. Judi online – kecanduan yang merusak stabilitas ekonomi dan keharmonisan keluarga.
  4. Perselingkuhan – runtuhnya kepercayaan dalam hubungan suami istri.

“Keempat faktor tersebut menjadi penyumbang terbesar meningkatnya perkara perceraian yang kami tangani,” jelasnya.

Alarm Sosial Bagi Banyuasin

Lonjakan cerai gugat ini bukan sekadar data hukum, tetapi menjadi alarm sosial bagi Banyuasin.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: berita Banyuasin cerai gugat Banyuasin faktor perceraian judi online kasus cerai KDRT Pengadilan Agama Pangkalan Balai perceraian 2025 perkara perceraian

Recent Posts

  • Artikel
  • Nasional

“Surat untuk Masa Mudaku”, Pengingat untuk Tidak Mudah Menghakimi dan Berdamai dengan Masa Lalu

Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…

3 jam ago
  • Artikel
  • Nasional

Film Na Willa Jadi Pengingat untuk Lebih Memahami Dunia Anak

Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…

3 jam ago
  • Berita
  • Musi Rawas
  • Sumsel

Kades di Musi Rawas Ditangkap Usai Kabur ke Sumut

Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…

6 jam ago
  • Bengkulu
  • Berita
  • Headline
  • Kepahiang

Lansia Ditemukan Meninggal di Siring Desa Pagar Gunung

Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…

7 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Gagal Panen Melanda Sawah Gunung Meraksa Baru, Empat Lawang

Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…

12 jam ago
  • Artikel
  • Nasional
  • Pendidikan

Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…

1 hari ago