Kehadiran polisi di jalanan diharapkan mampu mencegah terjadinya balap liar, menekan potensi tawuran serta kenakalan remaja, sekaligus mengantisipasi tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor).
BACA JUGA: Dua Kematian Beruntun di Kepahiang, Polisi Pastikan Bukan Kriminal
Dalam suasana Ramadhan, pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dari patroli.
Personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, berkendara dengan aman, serta menjaga ketertiban umum.
Langkah ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang mengedepankan ketenangan, kesabaran, dan kepedulian sosial.
Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.
Arus lalu lintas relatif sepi dan lancar, tanpa ditemukan aktivitas mencurigakan maupun pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Kondisi ini menjadi indikator positif bahwa upaya preventif yang dilakukan kepolisian berjalan efektif.
BACA JUGA: Viral Jambret Anak di Palembang, Pelaku Ditangkap Kilat Polisi
Bagi Satlantas Polres Empat Lawang, patroli sahur bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Dengan kehadiran aparat di waktu-waktu krusial, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin meningkat, sekaligus menciptakan rasa aman yang nyata di tengah kehidupan sosial.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan selama Bulan Suci Ramadhan.
Harapannya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terjalin semakin kuat, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Empat Lawang tetap terjaga.
Di saat warga menunaikan ibadah dengan khusyuk, aparat memastikan jalanan tetap kondusif—sebuah pengabdian yang berlangsung dalam senyap, namun berdampak besar bagi kenyamanan bersama. (*/red)








