Pelayaran Spiritual Menggetarkan Musi di Haul Akbar Kiai Marogan

oleh -47 Dilihat
oleh
Puncak Haul Akbar Kiai Marogan ke-125 di Palembang diwarnai pelayaran spiritual Sungai Musi, dihadiri Wali Kota Ratu Dewa dan ribuan jamaah, Minggu (11/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Puncak Haul Akbar Kiai Marogan ke-125.

° Dengan pelayaran spiritual menyusuri Sungai Musi dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Ki Marogan, diiringi sholawat, doa, festival perahu, dan ribuan jamaah.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Sungai Musi kembali menjadi saksi perjalanan spiritual yang menggugah hati.

Minggu pagi, 11 Januari 2026, lantunan sholawat menggema dari tepian Masjid Lawang Kidul, mengiringi keberangkatan sebuah kapal tongkang yang membawa rombongan Puncak Haul Akbar Kiai Marogan ke-125.

Di atas tongkang tersebut berdiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, para ulama, habib, tokoh masyarakat, dan jamaah yang tak sekadar berlayar, melainkan menapaktilasi jejak dakwah ulama besar Palembang, Kiai Marogan.

Puluhan perahu ketek berbaris rapi bak pasukan kehormatan di atas air.

Rombongan berlayar menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Ki Marogan di Kertapati — jalur yang dahulu menjadi nadi kehidupan sekaligus medan dakwah Islam di Palembang.

“Ini adalah momentum yang luar biasa. Kita tidak hanya mengenang, tapi juga meneladani. Semangat Kiai Marogan harus terus hidup dalam jiwa kita,” ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa di atas tongkang.

BACA JUGA: Masjid Darussalam Disiapkan Jadi Ikon Baru Musi Rawas

Menurut Ratu Dewa, pelayaran tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bagian penting dari rangkaian Puncak Haul Akbar Kiai Marogan ke-125.

“Ini sebuah peringatan akbar yang tidak hanya mengenang wafatnya sang ulama, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dakwah dan perjuangan beliau,” tambahnya.

Ketua Panitia Haul Akbar Kiai Marogan, Ismail, menjelaskan bahwa pelayaran dimulai dari Masjid Lawang Kidul hingga Masjid Ki Marogan.

Sepanjang perjalanan, jamaah larut dalam lantunan sholawat, dzikir, dan doa yang menyatu dengan alunan air Musi, menghadirkan suasana khusyuk dan haru.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap perjuangan Kiai Marogan yang menyebarkan Islam melalui jalur air, menyusuri Musi, menyapa umat dari hulu ke hilir,” ujar Ismail.

Tak hanya pelayaran spiritual, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya Festival Perahu Ketek.

BACA JUGA: Doa Serentak di Kemenag Empat Lawang, Ini Pesannya!

Perahu-perahu dihias ornamen warna-warni, membawa pesan damai, persatuan, dan edukasi sejarah Islam di Palembang.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tapi juga edukasi. Kita ingin generasi muda tahu bahwa Sungai Musi bukan hanya jalur perdagangan, tapi juga jalur dakwah,” lanjut Ismail.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Palembang dan luar daerah memadati tepian sungai serta halaman Masjid Ki Marogan.

Hadir pula para tokoh agama, pejabat pemerintahan, hingga perwakilan Kesultanan Palembang Darussalam.

Semuanya larut dalam suasana religius penuh kebersamaan.

Haul Akbar ini juga menjadi ajang kepedulian sosial, mencerminkan nilai kasih sayang dan semangat berbagi yang diwariskan Kiai Marogan.

BACA JUGA: Bupati Joncik Tancap Gas di HAB Kemenag! Pesan Persatuan Ini Bikin Empat Lawang Makin Solid

“Kegiatan ini adalah bentuk cinta — cinta kepada sesama, kepada warisan ulama, dan kepada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Ismail.

Perjalanan spiritual di Sungai Musi itu pun menjadi pengingat bahwa dakwah, sejarah, dan persatuan tetap hidup dalam denyut nadi Palembang hingga hari ini. (*/red)