“Kami terlalu sibuk dengan ego masing-masing. Banyak pemain dari klub berbeda tidak mau duduk satu meja. Saya bahkan benci masa tugas internasional, karena terlalu membosankan dan membuat saya tertekan,” kata mantan kapten Liverpool itu.
Memang, tim Inggris asuhan Sven-Göran Eriksson pada periode 2001–2006 hanya mampu mencapai perempat final Piala Dunia 2002 dan 2006, serta gagal lolos ke Euro 2008 di bawah Steve McClaren.
Meski begitu, perjalanan Gerrard di level klub jauh lebih berwarna.
Bersama Liverpool, ia meraih delapan trofi bergengsi termasuk UEFA Champions League (2005), FA Cup (2001, 2006), dan UEFA Super Cup (2001).
BACA JUGA: UEFA Pertimbangkan Larangan Israel, Ancaman Besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bahkan banyak pengamat menilai Gerrard sebagai satu-satunya pemain yang mampu “menarik Liverpool sendirian” di masa-masa sulit.
Kini, dengan rekam jejak gemilang dan karier legendaris di Anfield, perdebatan tentang status “kelas dunia” Gerrard tampaknya sudah tak lagi relevan.
Mungkin, bahkan Pelé sendiri akan setuju — bahwa Steven Gerrard memang bukan sekadar pemain hebat, tapi simbol dedikasi dan loyalitas yang sulit ditandingi. (*/red)





