Sementara itu, Kabid PPEP Bappeda dan Litbang, Puspasari, SKM, MM, menegaskan forum kali ini mengedepankan pendekatan teknokratik dan partisipatif.
Keterlibatan aktif dari seluruh perangkat daerah dinilai penting agar dokumen RPJMD yang dihasilkan lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan lapangan.
“Melalui forum ini, indikator kinerja setiap program bisa dipertajam, program lintas sektor dapat disinergikan, serta kebutuhan pendanaan lebih terukur berdasarkan pagu indikatif. Harapannya, RPJMD 2025–2029 menjadi landasan kuat pembangunan Empat Lawang menuju transformasi berkelanjutan,” jelasnya.
Acara tersebut dihadiri unsur penting, mulai dari Sekretaris Bappeda Irma Dewi Anggraini, jajaran Asisten, Tim Percepatan Pembangunan, BPN, BPS, kepala OPD, para camat, Kabag, Direktur PDAM, Ketua Forum Kades, pimpinan pondok pesantren, hingga tamu undangan lainnya. (*/red)








