Penataan Pedagang Pasar 16 Ilir Palembang Berbuah Solusi

oleh -139 Dilihat
oleh
Penataan pedagang di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang akhirnya menemukan titik terang. Kamis (18/9/2025) malam
Penataan pedagang di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang akhirnya menemukan titik terang. Kamis (18/9/2025) malam. Foto: Istimewa

Palembang, LintangPos.com – Penataan pedagang di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang akhirnya menemukan titik terang.

Kamis (18/9/2025) malam, Pemerintah Kota Palembang bersama pedagang resmi memasang tenda swadaya untuk mengakomodir ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan tanpa lokasi tetap.

Dengan hadirnya tenda, pedagang kini memiliki tempat yang lebih tertib, seragam, dan nyaman, sehingga tidak lagi berjualan di sembarang lokasi.

Kondisi ini disambut penuh suka cita oleh para pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas jual-beli di Pasar 16 Ilir.

Ketua Paguyuban Pedagang 16 Ilir, Syamsul, menilai kebijakan ini sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pedagang kecil.

“Alhamdulillah, dengan dipasang tenda ini, pedagang punya tempat yang rapi, jelas, dan nyaman. Kami sangat senang sekali. Ini juga bentuk kepedulian Bapak Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, Pak Herison dari Satpol PP, serta pengelola pasar,” ujarnya.

BACA JUGA: Longsor Ancam Jembatan Sungai Beliti, Jalur Lintas Sumatera Dijaga Ketat

Menurut Syamsul, tenda ini tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menjadi jaminan kepastian bagi pedagang.

“Kalau tenda sudah dipasang, artinya ada persetujuan pemerintah. Tinggal kami menjaga ketertiban dan mengikuti aturan,” tambahnya.

Senada, Lina, pengurus pedagang kaki lima, menegaskan seluruh pedagang mendukung penuh kebijakan ini.

“Aturan yang diberikan lebih ringan dan memudahkan kami. Kami siap tertib, aman, dan mendukung penuh arahan pengelola,” katanya.

Lina juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pedagang dan pemerintah.

“Kami merasa didengar dan dilibatkan, jadi kami juga akan menjaga amanah ini,” ucapnya.

BACA JUGA: Rabies Merebak di Sumsel, Lima Daerah Tertular, Nyawa Terancam

Sementara itu, Hardi, koordinator pedagang yang mewakili Dicky Haitami, memastikan sebanyak 183 pedagang kini sudah terakomodir dalam tenda swadaya.

“Dengan adanya tenda ini, pedagang jadi lebih rapi, tidak mengganggu pejalan kaki maupun kendaraan. Harapan kami, pedagang bisa terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pembeli,” jelas Hardi.

Ia menambahkan, keberadaan tenda sangat penting untuk kelangsungan usaha. “Di sinilah tempat mereka mencari nafkah.

Dengan adanya tenda ini, roda perekonomian pedagang kecil bisa berjalan lebih lancar,” katanya.

Selain itu, para pedagang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan media yang terus memberi dukungan.

Mereka berkomitmen menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi aturan yang ada.

BACA JUGA: Komisi I DPRD Sumsel dan Timsel Bahas Seleksi Calon Komisioner KPID 2025–2028

“Permasalahan sudah selesai. Aspirasi kami dikabulkan. Terimakasih, di era Bapak Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam, pedagang benar-benar diperhatikan,” pungkas Syamsul. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search