Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup karena persoalan utama di jaringan irigasi belum sepenuhnya teratasi.
Karena itu, kata Sopian, masyarakat meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai rencana rehabilitasi irigasi besar, termasuk waktu pelaksanaannya.
Warga berharap pekerjaan dapat dipercepat sehingga distribusi air kembali menjangkau lahan pertanian di wilayah hilir.
BACA JUGA: Enam Proyek Irigasi Dibangun di Empat Lawang, Lampar Baru Salah Satunya
“Dengan begitu, lahan produktif dapat dipertahankan dan petani tidak terus terdorong melakukan alih fungsi lahan,” bebernya.
Lebih lanjut Sopian menyebut, bagi masyarakat, rehabilitasi irigasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur.
Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk mempertahankan aktivitas pertanian sekaligus menopang perekonomian warga.
“Kami berharap pemerintah segera merealisasikan rencana tersebut agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak semakin panjang dan berdampak terhadap semakin luasnya alih fungsi lahan pertanian,” tandasnya. (*/gia)
Page: 1 2
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…
Bupati Empat Lawang mengecek Sekolah Rakyat dan memastikan persiapan MPLS 7 September 2026 mencapai 90…