EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Persoalan irigasi kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta pemerintah mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun belum mampu mengalirkan air secara merata hingga ke wilayah hilir.
Keluhan tersebut disampaikan, Sopian Ardi, salah seorang warga, saat menjelaskan kondisi Daerah Irigasi (DI) Tanjung Ning Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, sidang komisi irigasi yang digelar di aula BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Empat Lawang, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, masyarakat mempertanyakan kepastian pembangunan atau rehabilitasi kedua jaringan irigasi tersebut.
Warga berharap pekerjaan tidak hanya menyasar bagian hulu, tetapi dilakukan secara menyeluruh hingga ke wilayah hilir.
BACA JUGA: Petani Banyuasin Bakal Nikmati SPBU Pertanian Pertama di Indonesia
Sebab, selama ini aliran air disebut masih bisa dimanfaatkan petani di bagian hulu melalui upaya gotong royong.
Namun, jelas Sopian, kondisi berbeda dirasakan petani di bagian hilir. Mereka mengaku sudah hampir empat hingga lima tahun mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air irigasi untuk menunjang aktivitas pertanian.
“Air itu masih dapat, tapi cuma yang hulu. Yang hilirnya tidak dapat,” ungkapnya.
Kondisi tersebut kata dia, dinilai mulai berdampak terhadap keberlangsungan lahan pertanian.
BACA JUGA: Empat Lawang ‘Ngebut’ Digitalisasi Pertanian! GIS, Alsintan Modern hingga Lahirnya Petani Milenial!
Sebagian masyarakat yang sebelumnya mengandalkan lahan untuk bercocok tanam disebut mulai mengalihfungsikannya menjadi perkebunan sawit.
Warga menyebut alih fungsi lahan itu terjadi karena ketidakpastian pasokan air.
Mereka juga mengaku telah beberapa kali menerima informasi bahwa pembangunan atau rehabilitasi irigasi akan dilakukan, tetapi hingga kini masih menunggu realisasinya.
“Sudah tiga kali, empat kali janji. Jadi yang lain itu ada yang tanam sawit, sudah banyak saya lihat,” jelasnya.
BACA JUGA: Hidayat Muhammad Serap Aspirasi Warga Lewat Reses Tahap III
Di sisi lain, sebagian petani mulai kembali menanam dengan memanfaatkan air yang masih tersedia.






