Ringkasan Berita:
° Seorang remaja pria di Desa Gunung Cahya, OKU Selatan, tewas tersambar petir saat hujan deras, Sabtu sore (10/1/2026).
° Seorang remaja perempuan yang bersamanya mengalami luka bakar serius dan kini dirawat intensif di RSUD Muara Dua.
OKU SELATAN, LINTANGPOS.com – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan sisi paling berbahayanya.
Seorang remaja pria bernama Tupik (21) meninggal dunia setelah tersambar petir di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu sore, 10 Januari 2026.
Tragedi ini juga menyebabkan seorang remaja perempuan berinisial AY (17) mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Dua.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu.
Menurut keterangan warga, sebelum kejadian, Tupik dan AY berada di teras depan rumah korban sambil berbincang.
Langit yang semakin menghitam dan hujan yang kian lebat membuat keduanya memutuskan masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Terduga Bandar Narkoba Tewas di Rumah Sakit
Namun, saat berada di area pintu depan, tiba-tiba petir menyambar dengan suara ledakan sangat keras dan langsung mengenai tubuh keduanya.
“Suaranya sangat menggelegar, lalu terdengar teriakan minta tolong,” kata seorang warga yang ikut mengevakuasi korban.
Setelah tersambar, Tupik dan AY terjatuh dan tergeletak tak bergerak di lantai rumah.
Beberapa detik kemudian, AY masih sempat berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu didengar oleh tetangga bernama Ags, yang langsung berlari ke rumah korban meski hujan masih deras mengguyur.
Sesampainya di lokasi, Ags melihat kedua korban terkapar. Ia segera memanggil warga lain.
BACA JUGA: Heboh! Seorang Pedagang Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri di WC Pasar Ilir
Dengan peralatan seadanya, warga membawa keduanya ke rumah bidan desa sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Muara Dua karena kondisi yang sangat kritis.
Di rumah sakit, Tupik dinyatakan meninggal dunia. Sementara AY mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif.
Kepala Desa Gunung Cahya, Heri Hafizah, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyebut Tupik merupakan warga desanya, sedangkan AY berasal dari Kecamatan Buay Pemaca.
Pihak keluarga kedua korban telah diberi tahu mengenai kejadian tragis tersebut.
Jenazah Tupik telah dibawa ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Pemuda Palembang Tewas Seketika Usai Hantam Truk Tengah Malam
Sementara itu, keluarga AY masih setia mendampingi korban di RSUD Muara Dua.
Tragedi ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya cuaca ekstrem, khususnya saat hujan disertai petir. (*/red)





