Baginya, kritik adalah bagian dari cinta pada daerah.
Dari sisi DPW, Firdaus Hasbullah menilai pelantikan ini sebagai momentum kebangkitan semangat kebangsaan.
Ia mengingatkan bahwa PGK lahir bukan dari ambisi politik, tetapi dari kegelisahan melihat memudarnya rasa persaudaraan.
“Ini awal tanggung jawab besar. Bukan hanya tugas di struktur, tapi jadi pelita di masyarakat,” ucapnya sambil menitipkan tiga pesan: menjadi teladan, bergerak bersama rakyat, dan menjaga persaudaraan.
BACA JUGA: Kantor Pedagang Pasar Induk Jakabaring Disegel Gerombolan Misterius, Pengurus Terkunci Dua Pekan!
Sementara itu, Ketua DPD PGK Lahat, M Alldo, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Baginya, kehadiran Ketua DPP dalam pelantikan menjadi energi tersendiri untuk menggerakkan PGK di Lahat.
Ia menyoroti kegelisahan generasi milenial yang mulai kehilangan karakter kenegarawanan—karakter yang hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang.
Karena itulah, ia menegaskan PGK Lahat akan menyusun program kerja berbasis intelektual dan nilai kebangsaan.
Apalagi, kepengurusan mereka kini telah komplet di seluruh 24 kecamatan.
“Saya pastikan pelantikan ini bukan hanya seremonial. Kami menekankan anggota untuk aktif berinovasi dan terjun ke masyarakat. Dari sana akan lahir generasi penerus yang siap membawa Lahat ke era gemilang,” tutupnya optimistis.
BACA JUGA: Bupati Joncik Ungkap Makna Hari Pahlawan 2025, Bukan Sekadar Dikenang, Tapi Lanjutkan Perjuangan!
Pelantikan ini akhirnya bukan sekadar peresmian struktur organisasi.
Ia menjadi penanda lahirnya ruang baru bagi anak muda Lahat—ruang untuk berpikir, mengkritik, dan berkolaborasi demi masa depan daerah yang lebih terang. (*/red)







