Bursah Zarnubi, dalam sambutannya, menyebut PGK sebagai “rumah para pemikir” yang menjunjung gotong royong dan cinta tanah air.
Ia menegaskan bahwa organisasi ini bukan tempat bagi mereka yang sekadar ingin menempel pada kekuasaan, tetapi bagi orang-orang yang membawa gagasan.
BACA JUGA: Organisasi Jurnalis Kecam Penghalangan Wartawan Saat Kunker Komisi III DPR RI di Polda Jambi
“Kalau dahulu awal dibentuk, semangat PGK untuk demokrasi. Saat ini sudah berubah—PGK mengawal pembangunan,” ujarnya tegas.
Bursah bahkan menantang para anggota muda agar berani berpikir kritis, termasuk mengkritik dirinya sendiri selaku Bupati apabila diperlukan.
Baginya, kritik adalah bagian dari cinta pada daerah.
Dari sisi DPW, Firdaus Hasbullah menilai pelantikan ini sebagai momentum kebangkitan semangat kebangsaan.
Ia mengingatkan bahwa PGK lahir bukan dari ambisi politik, tetapi dari kegelisahan melihat memudarnya rasa persaudaraan.
“Ini awal tanggung jawab besar. Bukan hanya tugas di struktur, tapi jadi pelita di masyarakat,” ucapnya sambil menitipkan tiga pesan: menjadi teladan, bergerak bersama rakyat, dan menjaga persaudaraan.
BACA JUGA: Kantor Pedagang Pasar Induk Jakabaring Disegel Gerombolan Misterius, Pengurus Terkunci Dua Pekan!
Sementara itu, Ketua DPD PGK Lahat, M Alldo, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.








