Categories: Nasional Politik

Pilkada Terancam Berubah! DPRD Kembali Memilih Kepala Daerah?

Kepala daerah pun memperoleh legitimasi kuat dan secara teori lebih akuntabel kepada masyarakat.

Namun, keunggulan itu dibayar mahal. Biaya penyelenggaraan Pilkada sangat besar dan sering menggerus anggaran pembangunan.

BACA JUGA: Terjun ke Dunia Politik, Giring ‘Nidji’ Syukuran di Rumahnya

Konflik horizontal kerap meletus, terutama di daerah dengan kerentanan sosial tinggi. Politik uang bahkan makin masif, bergeser dari elite ke akar rumput.

Data KPK menunjukkan bahwa hingga 2023 terdapat 178 kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi — sebagian besar terkait upaya mengembalikan biaya politik Pilkada.

Sebaliknya, sistem pemilihan oleh DPRD menawarkan efisiensi anggaran, proses yang lebih cepat, stabilitas politik, serta konflik sosial yang lebih terkendali.

DPRD juga dapat menilai rekam jejak dan kompetensi calon.

Namun sistem ini juga menyimpan risiko besar: menguatnya oligarki partai, potensi politik uang di tingkat elite, legitimasi demokratis yang lebih lemah, serta peluang kolusi antara eksekutif dan legislatif.

Demokrasi Kita Belum Siap

BACA JUGA: Bongkar! Petaka Rp11,8 Miliar Dana Hibah Pilkada Prabumulih, Tiga Pejabat KPU Resmi Diseret ke Meja Hijau

Setelah menimbang seluruh dinamika itu, Eka menyampaikan pandangan pribadinya secara tegas.

“Berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun Pilkada langsung, infrastruktur politik, sosial, budaya, dan ekonomi kita belum siap. Akan lebih baik kewenangan pemilihan kepala daerah kembali ke DPRD,” tegasnya.

Menurutnya, demokrasi tidak hanya soal memilih langsung, tetapi juga soal kesiapan sistem untuk mencegah korupsi, konflik, dan distorsi kekuasaan.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah dan parlemen.

Akankah Indonesia tetap mempertahankan Pilkada langsung, atau berbelok arah menuju sistem perwakilan?

Jawabannya akan sangat menentukan wajah demokrasi Indonesia ke depan. (*/red/lipos)

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: demokrasi Indonesia Eka Rahman evaluasi Pilkada Gerindra Golkar kepala daerah konflik Pilkada KPK PAN Pilkada Pilkada DPRD Pilkada langsung politik uang Prabowo Subianto revisi UU Pilkada sistem pemilihan kepala daerah

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Kecelakaan di Talang Banyu, Satu Orang Meninggal

Kecelakaan di Talang Banyu Empat Lawang melibatkan Vario, Suzuki Carry dan Supra Fit. Satu pengendara…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

21 Paket Sabu Diamankan, Polres Empat Lawang Bongkar Dugaan Peredaran

Polres Empat Lawang mengamankan LA dan 21 klip diduga sabu seberat 5,55 gram di Kota…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Rukor Bulanan Pemkab Empat Lawang Bahas Manajemen Talenta hingga Pelayanan Publik

Pemkab Empat Lawang menggelar Rakoret seluruh OPD membahas Manajemen Talenta, persiapan Mal Pelayanan Publik, MoU…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Sekda Fauzan: Pancasila Harus Dibumikan

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menegaskan nilai Pancasila harus dibumikan dalam birokrasi dan kehidupan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Tiga Anak Diamankan, Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Curas

Polres Empat Lawang mengungkap kasus curas di Tanjung Beringin. Tiga anak berusia 16 tahun diamankan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Pemkab dan DPRD Empat Lawang Sepakati Perubahan APBD 2026

Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…

5 hari ago