Pipa Oplah Bikin Sawah Kering Berbulan-bulan

oleh -1156 Dilihat
oleh
Proyek perpipaan oplah 2025 diduga bermasalah. Petani mengeluh sawah kekeringan, transparansi anggaran dipertanyakan, dan konflik kewenangan mencuat. Foto: dok/lintangpos.com

Ketua KP2A dari Koptan Tunas Muda, Zainal, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak dilibatkan.

Ia menyebut, sejak awal hingga proyek berjalan, kelompok tani tidak pernah menerima dana sepeser pun.

BACA JUGA: Pencuri Pipa Pertamina Gagal Gasak Material Vital, Aksi Mereka Terciduk Patroli Gabungan

“Kami hanya tahu ada proyek, tapi tidak pernah diajak musyawarah. Padahal kami yang menggunakan air itu,” kata Zainal.

Ia didampingi bendahara Sunar dan sekretaris Nonser yang menguatkan pernyataan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Suro Lembak, Amrulah, memberikan keterangan berbeda.

Ia menyebut bahwa ketua pelaksana kegiatan adalah Junaidi, yang juga menjabat sebagai sekretaris desa.

“Untuk bendahara, sekretaris, dan lainnya nanti akan kami tanyakan,” ujar Amrulah singkat, seolah masih mencari kejelasan struktur kepengurusan proyek.

Dikonfirmasi terpisah, Junaidi membantah tudingan bahwa kelompok tani disingkirkan.

BACA JUGA: PALI Masuk 4 Besar! 95 Warga Digigit Anjing Liar, Dinas Pertanian Bunyi Alarm Rabies

Menurutnya, pengurus kegiatan berasal dari perangkat desa, sedangkan kelompok tani hanya berperan sebagai pengguna air.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search