Petani berharap ada evaluasi menyeluruh, transparansi anggaran, serta pelibatan aktif kelompok tani agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
Sebelumnya diberitakan, pada Jum’at, 20 Februari 2026, pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Kepahiang kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Program yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang ini disorot warga Desa Suro Lembak karena dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya dan justru memicu persoalan baru di lapangan.
Salah satu sorotan utama adalah tidak ditemukannya papan merek atau papan informasi kegiatan di lokasi proyek.
BACA JUGA: Gubernur Herman Deru Puji Potensi Pertanian Luar Biasa di PEDA KTNA XVI Sumsel 2025!
Padahal, papan kegiatan merupakan bentuk transparansi publik agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, serta pihak pelaksana.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan keterlibatan Sekretaris Desa (Sekdes) Suro Lembak yang diduga merangkap jabatan sebagai Ketua Kelompok Tani penerima manfaat program tersebut. (*/drl)
Reminder bersama Abu Marlo dan Sandra Novita mengajak pendengar memahami bahwa rasa sakit akibat perkataan…
Pengisi suara Amirah Zerlett Seraj membawakan reminder tentang fenomena counterfactual thinking, ketika seseorang merasa kalah…
M Leli, warga Padang Bindu yang hilang di Sungai Musi, ditemukan meninggal dunia setelah tim…
Personel Polres Empat Lawang mendonorkan darah B+ untuk membantu bayi yang membutuhkan transfusi akibat kadar…
Kasus Ruben Onsu memasuki babak baru setelah pelapor berdamai dan menarik laporan. Jhon LBF disebut…
Rumah tangga Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan memasuki proses perceraian. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung 1…