“Kami masih menyelidiki dugaan aktor di balik kerusuhan ini. Penyelidikan tidak berhenti di sini,” jelas Irjen Andi Rian.
Kapolda juga menegaskan bahwa menjaga kamtibmas tidak bisa hanya dilakukan Polri.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, hingga forum rektor untuk mencegah potensi konflik yang lebih luas.
Ia mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi anak-anak mereka, sebab sebagian besar pelaku yang diamankan masih berstatus pelajar, baik dari SMK, sekolah umum, hingga sekolah agama.
“Mereka mudah dimanfaatkan kelompok tertentu. Bahkan ajakan melalui grup ojek online dan kegiatan balap liar jadi pintu masuk remaja terlibat kericuhan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kapolri, Mentan dan Dirut Bulog Akan Disambut Gelar Adat Komering di OKU Timur
Hingga kini, proses hukum terhadap 25 tersangka masih berjalan. Namun, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjaga keamanan.
“Kami ingin masyarakat tahu, semua ini bentuk keterbukaan informasi. Mari kita bergandengan tangan agar Sumsel tetap kondusif, supaya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” pungkasnya. (*/red)







