“Jika praktik seperti racun, setrum, dan bom terus dilakukan, maka populasi ikan tidak akan pulih. Ekosistem rusak, nelayan rugi, dan sungai kehilangan kehidupan,” tambahnya.
Dodi pun mengimbau masyarakat agar meninggalkan cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan kembali menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama.
BACA JUGA: Nenek 82 Tahun Tewas Ditabrak Honda Scoopy, Kronologi Mengerikan Sesaat Sebelum Benturan!
“Kita harus hentikan kebiasaan merusak itu. Ini demi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan pelestarian habitat alami ikan patin,” ujarnya.
Dengan tebar benih ini, harapannya Sungai Perigi bisa kembali menjadi rumah bagi ribuan ikan patin yang pernah menjadi kebanggaan Musi Rawas—menandakan bahwa sungai bukan hanya aliran air, tetapi juga denyut kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.(*/red)





