“Jika praktik seperti racun, setrum, dan bom terus dilakukan, maka populasi ikan tidak akan pulih. Ekosistem rusak, nelayan rugi, dan sungai kehilangan kehidupan,” tambahnya.
Dodi pun mengimbau masyarakat agar meninggalkan cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan kembali menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama.
BACA JUGA: Nenek 82 Tahun Tewas Ditabrak Honda Scoopy, Kronologi Mengerikan Sesaat Sebelum Benturan!
“Kita harus hentikan kebiasaan merusak itu. Ini demi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan pelestarian habitat alami ikan patin,” ujarnya.
Dengan tebar benih ini, harapannya Sungai Perigi bisa kembali menjadi rumah bagi ribuan ikan patin yang pernah menjadi kebanggaan Musi Rawas—menandakan bahwa sungai bukan hanya aliran air, tetapi juga denyut kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.(*/red)
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…