Populasi Ikan Patin Anjlok! Pemerintah Tebar 12 Ribu Benih di Sungai Perigi demi Selamatkan Ekosistem Musi Rawas

oleh -197 Dilihat
Diskan Musi Rawas tebar 12.250 benih patin di Sungai Perigi untuk memulihkan populasi ikan yang menurun akibat illegal fishing dan menjaga ekosistem. Foto: Istimewah

Ringkasan Berita :

~ Populasi ikan patin di Musi Rawas menurun tajam akibat maraknya illegal fishing.

~ Diskan Musi Rawas menebar 12.250 benih patin di Sungai Perigi sebagai langkah pemulihan ekosistem dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.

~ Diskan Musi Rawas tebar 12.250 benih patin di Sungai Perigi untuk memulihkan populasi ikan yang menurun akibat illegal fishing dan menjaga ekosistem.

~ ikan patin, Musi Rawas, penebaran benih, Sungai Perigi, illegal fishing, restocking, Diskan Musi Rawas


MUSI RAWAS, LINTANGPOS.comGemericik air Sungai Perigi di Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas, pagi itu terdengar sedikit berbeda.

Di antara arus sungai yang tenang, ratusan kantong berisi benih ikan patin perlahan dibuka oleh para petugas Dinas Perikanan (Diskan) Musi Rawas. Mereka bekerja hati-hati menyesuaikan suhu air, memastikan ribuan benih itu bisa beradaptasi sebelum dilepaskan.

Pada Jumat (21/11/2025), Diskan Musi Rawas menebarkan 12.250 ekor benih ikan patin ke perairan Sungai Perigi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar memulihkan populasi ikan patin yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Diskan Musi Rawas, Dodi Nurmanto, menjelaskan bahwa kegiatan restocking ini merupakan tindakan mendesak untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem sungai.

BACA JUGA: 19 Truk Batu Bara ‘Serbu’ Pusat Kota Lubuklinggau Dihentikan Polisi Saat Subuh! Ada Apa?

“Populasi ikan patin di sungai-sungai Musi Rawas saat ini memang turun drastis.

Penebaran benih ini adalah langkah menjaga stok sekaligus pelestarian sumber daya perikanan,” ujar Dodi pada Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, restocking bukan hanya menambah jumlah ikan, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Namun di balik upaya konservasi itu, terdapat persoalan serius yang menjadi penyebab utama menurunnya populasi patin: maraknya illegal fishing.

Mulai dari penyetruman, penggunaan racun, hingga bom ikan, praktik destruktif ini telah merusak ekosistem sungai dan mengancam keberlangsungan biota air.

“Jika praktik seperti racun, setrum, dan bom terus dilakukan, maka populasi ikan tidak akan pulih. Ekosistem rusak, nelayan rugi, dan sungai kehilangan kehidupan,” tambahnya.

Dodi pun mengimbau masyarakat agar meninggalkan cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan kembali menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama.

BACA JUGA: Nenek 82 Tahun Tewas Ditabrak Honda Scoopy, Kronologi Mengerikan Sesaat Sebelum Benturan!

“Kita harus hentikan kebiasaan merusak itu. Ini demi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan pelestarian habitat alami ikan patin,” ujarnya.

Dengan tebar benih ini, harapannya Sungai Perigi bisa kembali menjadi rumah bagi ribuan ikan patin yang pernah menjadi kebanggaan Musi Rawas—menandakan bahwa sungai bukan hanya aliran air, tetapi juga denyut kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.(*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.