Dalam Primbon Jawa, menanam kelapa terlalu dekat rumah dipercaya dapat “menyedot” energi penghuni rumah serta berisiko secara fisik karena pohonnya tinggi dan buahnya berat.
Bambu sering dikaitkan dengan suara angin dan kesan sunyi.
Menurut kepercayaan Jawa, bambu di dekat rumah dapat mengundang kesepian, kesusahan batin, serta gangguan makhluk halus, terutama jika tumbuh lebat dan tidak terawat.
Larangan-larangan ini tidak selalu bermakna harfiah.
Sebagian ahli budaya menilai Primbon Jawa menggunakan simbol alam untuk mengajarkan keseimbangan, keamanan, dan kenyamanan hidup.
Tanaman besar, berakar kuat, atau terlalu rimbun memang secara logis bisa berisiko bagi bangunan dan kesehatan.
Di era modern, kepercayaan ini boleh disikapi secara bijak. Tidak harus dipercaya sepenuhnya, tetapi juga tidak diabaikan begitu saja.
Primbon Jawa pada dasarnya mengajarkan manusia agar hidup selaras dengan alam, lingkungan, dan energi di sekitarnya.
Menjaga rumah tetap terang, bersih, dan aman—baik secara fisik maupun batin—tetap menjadi pesan utama di balik pantangan menanam tanaman tertentu di sekitar rumah. (*/red)
Page: 1 2
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…