Sebagai kontraktor utama, AMM akan mengelola seluruh aktivitas pertambangan di Site Dizamatra, mulai dari overburden removal, coal getting, coal hauling, hingga ROM (Run of Mine) management.
Seluruh aktivitas ini dilakukan dengan prinsip Good Mining Practice (GMP) untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Affan menegaskan bahwa AMM tidak hanya berfokus pada kinerja produksi, tetapi juga pada dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang.
BACA JUGA: Seluma Sambut Investasi Tambang Emas, Bupati Tegaskan Lingkungan Jadi Prioritas
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan terbaik sesuai prinsip pertambangan yang baik, sekaligus menjadi percontohan bagi lingkungan tambang di Lahat,” tambahnya.
Dengan hadirnya proyek ini, AMM berharap dapat memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan peran sektor pertambangan dalam mendukung pembangunan nasional.
Sebelumnya, pada Juni 2025, AMM juga telah dipercaya menggarap proyek nikel jangka panjang selama delapan tahun milik PT Vale Indonesia Tbk di Blok 1 Bahodopi, Sulawesi Tengah.
Disusul pada Juli 2025, perusahaan kembali memperoleh kontrak proyek nikel PT Kembar Emas Sultra dengan durasi kerja lima tahun.
Dengan rangkaian proyek strategis tersebut, AMM kian menunjukkan komitmennya sebagai mitra terpercaya dalam industri pertambangan Indonesia, yang mampu menyeimbangkan antara produktivitas, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan. (*/red)






