“Dalam hitungan menit, api sudah membesar. Rumah semi permanen berdinding papan membuat api cepat menjalar,” jelas Sumardi.
Warga tak bisa berbuat banyak karena kondisi rumah kosong dan api terlanjur besar, menyulitkan upaya penyelamatan barang-barang di dalamnya.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Dugaan sementara belum mengarah pada kompor karena pemilik rumah mengaku tidak menyalakannya sebelum pergi.
Lampu, kulkas, dan megicom masih dalam keadaan terhubung saat mereka keluar rumah, sehingga penyebab masih menunggu penyelidikan.
BACA JUGA: Dua Kebakaran Terjadi di Empat Lawang di Hari yang Sama, Rumah Warga dan Lahan Pulau Mas Dilalap Api
Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp50 juta—meliputi bangunan, perabotan, motor, hingga tabungan keluarga yang hilang dalam sekejap.
Apa yang tersisa kini hanyalah puing-puing, emas 2 gram yang ditemukan warga, dan semangat keluarga kecil itu untuk bangkit dari kejadian yang mengguncang hidup mereka.
Suryadi berdiri lama menatap sisa rumahnya, seolah mencoba merangkai ulang hidup yang harus dimulai dari awal. (*/red)
Page: 1 2
Pemkab Empat Lawang mendata sekitar 10 dusun di tujuh kecamatan yang belum teraliri listrik PLN…
TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…
Bupati Joncik Muhammad mengajak masyarakat dan pemuda Empat Lawang menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai…
Polsek Muara Pinang membantu mengantarkan jenazah Nuril Aminah melalui program Si Baja sebagai wujud pelayanan…
BNN Empat Lawang mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memperkuat pencegahan narkoba melalui edukasi, inovasi, dan…
Dua rumah warga di Padang Tepung, Ulu Musi, Empat Lawang, ludes terbakar. Diduga korsleting listrik,…