Agrowisata Pulo Mas Empat Lawang kembali bersolek dengan musim tanam baru, mengusung konsep edukasi pertanian modern yang produktif dan ramah wisatawan, Selasa (20/1/2026). Foto: istimewa
° Kawasan Agrowisata Pulo Mas di Kabupaten Empat Lawang kembali memulai musim tanam ulang.
° Pemerintah daerah menargetkan kawasan ini menjadi pusat edukasi pertanian modern sekaligus destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan dan produktif.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kawasan Agrowisata Pulo Mas yang berada di jantung Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, kembali menunjukkan denyut kehidupannya.
Setelah sukses mencuri perhatian publik pada ajang Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16 tahun lalu, kini kawasan tersebut memasuki fase baru melalui dimulainya musim tanam ulang.
Hamparan lahan subur yang menjadi ikon wisata daerah ini kembali digarap dengan serius.
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menegaskan komitmennya untuk menjadikan Pulo Mas tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama pada musim tanam kali ini adalah kebun melon yang sebelumnya menjadi primadona saat panen raya.
Petugas lapangan mulai melakukan pengolahan tanah hingga penanaman bibit unggul, sebagai langkah strategis untuk mengulang kesuksesan sebelumnya.
BACA JUGA: Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang
Komoditas buah-buahan, khususnya melon, dinilai memiliki daya tarik kuat.
Selain kualitasnya yang mampu bersaing, hasil pertanian dari Pulo Mas juga terbukti menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbasis pertanian.
Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad, memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemeliharaan berkelanjutan merupakan kunci agar aset daerah ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pulo Mas sudah menjadi ikon kebanggaan Empat Lawang. Perawatannya tidak boleh kendor agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Joncik.
Menurutnya, pembenahan agrowisata harus dilakukan secara konsisten agar pengunjung tidak hanya datang sekali, tetapi tertarik untuk kembali melihat perkembangan dan produktivitas pertanian yang ada.
BACA JUGA: Kasus Kredit Rp5 Miliar Bank Pelat Merah Masuk Meja Jaksa
Konsep agrowisata yang diusung Pulo Mas dinilai sebagai strategi cerdas dalam menggabungkan sektor pertanian dan pariwisata.
Page: 1 2
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…
Sumatera Selatan menjadi ikon Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta. Herman Deru hadir menyaksikan produk dan…
Herman Deru mendorong pemuda Sumsel mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui…
Film Lobang Buaya karya Hanung Bramantyo mengandalkan misteri pembunuhan dan plot twist, dengan latar fiksi…
Nama Sabina Guseynova kembali dicari setelah Guruh Soekarnoputra meninggal. Keduanya menikah pada 2002 dan berpisah…