Mensos menekankan bahwa Kemensos tidak bekerja sendirian.
Proses seleksi melibatkan banyak pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, demi menjamin proses berjalan objektif, transparan, dan bebas manipulasi.
“Ini proses yang ketat, tidak bisa sembarangan. Kita ingin Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Dengan sistem berbasis data nasional dan verifikasi lapangan berlapis, pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu menjangkau anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menutup celah praktik titipan atau kepentingan tertentu.
BACA JUGA: Pendaftaran Sekolah Rakyat Dibuka Februari, Target 45 Ribu Siswa
Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan kebijakan sosial kini semakin mengandalkan ketepatan data, pengawasan lintas lembaga, dan transparansi publik sebagai fondasi utama. (*/red)
Page: 1 2
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…
Bupati Empat Lawang mengecek Sekolah Rakyat dan memastikan persiapan MPLS 7 September 2026 mencapai 90…
Kajari Empat Lawang Yuli Andri menjelaskan perbedaan Hari Lahir Kejaksaan 2 September dan Hari Bhakti…
Kejari Empat Lawang menggelar syukuran Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia. Bupati Joncik Muhammad menekankan…