Sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini kian terdesak oleh ambisi pembangunan.
DPRD dan pemerintah kota diharapkan tegas menegakkan aturan agar sisa 114 sungai yang masih ada tidak ikut hilang tertelan pembangunan yang tak terkendali.
Seiring laju modernisasi, Palembang dihadapkan pada tantangan besar: menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
BACA JUGA: Hakim Tolak Eksepsi Fitrianti Agustinda dalam Kasus Korupsi Dana PMI Palembang
Jika tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin kota yang dulunya dijuluki “Venesia dari Timur” itu akan kehilangan identitas sejarahnya sebagai kota seribu sungai. (*/red)







