EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Empat Lawang menjadi salah satu daerah dengan dinamika pemberitaan paling ramai di Sumatera Selatan.
Berbagai peristiwa besar — mulai dari kebijakan pemerintah, prestasi daerah, isu kriminal, hingga fenomena unik masyarakat — membentuk wajah sosial Empat Lawang yang penuh warna.
Menjelang pergantian tahun, Bupati Joncik Muhammad mengambil keputusan mengejutkan dengan meniadakan perayaan Tahun Baru 2025 sebagai bentuk empati terhadap korban banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera.
Pemerintah daerah mengganti pesta kembang api dengan ajakan doa bersama dan refleksi sosial, langkah yang menuai apresiasi luas publik.
Perhatian masyarakat kemudian tersedot oleh video viral penangkapan oknum LSM di Simpang Tiga Pasar Pendopo.
Peristiwa yang awalnya disangka aksi begal itu ternyata merupakan operasi tangkap tangan kasus pemerasan pejabat Bawaslu, dengan dua tersangka diamankan aparat kepolisian.
BACA JUGA: Empat Lawang Kebagian Mega Proyek! Sekolah Rakyat Rp719 Miliar Siap Ubah Masa Depan Anak Sumsel
Di bidang prestasi, nama Empat Lawang ikut mencuat dalam PORPROV XV Sumsel.
Meski tim sepak bola harus mengakui keunggulan PALI, partisipasi mereka tetap menjadi kebanggaan daerah.
Sementara itu, Bupati Joncik Muhammad menerima penghargaan Dewan Kopi Indonesia Sumsel dan CNN Indonesia Awards 2025 atas inovasi program Pol PP Desa, memperkuat citra kepemimpinan daerah di tingkat nasional.
Namun, 2025 juga diwarnai sejumlah isu keamanan dan sosial.
Polres Empat Lawang mengungkap 314 kasus kriminal, mulai dari curas, narkotika, pencabulan, hingga kepemilikan senjata api ilegal.
Kasus duel maut jual beli motor di Desa Lawang Agung serta aksi begal terhadap dua remaja putri turut menghebohkan publik.
BACA JUGA: Bongkar Rahasia Branding Empat Lawang! Begini Cara Pemda Bangun Citra Positif Lewat Media Digital
Kontroversi politik tak kalah panas. Sejumlah ASN menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan dalam politik praktis saat Pilkada.
Selain itu, dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu yang dibahas DKPP memperpanjang daftar isu yang menyita perhatian masyarakat.
Di luar itu, berbagai fenomena unik ikut viral: menu makan siang sekolah mengandung ulat yang membuat program MBG sempat dihentikan sementara, isu narkoba merambah pelajar, hingga fenomena “banjir durian” yang ramai diperbincangkan di media sosial menjelang akhir tahun.
Seluruh rangkaian peristiwa ini membentuk potret Empat Lawang 2025 sebagai tahun penuh dinamika — dari prestasi membanggakan hingga tragedi dan polemik yang menjadi bahan diskusi publik di tingkat lokal maupun nasional. (*/red)






