Pihak keluarga memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen mengawal jalannya rekonstruksi secara ketat, memastikan setiap detail sesuai dengan fakta yang ada. Setiap kejanggalan, sekecil apa pun, akan menjadi perhatian serius.
“Kalau ada yang tidak sesuai, kami lawan. Kalau ada yang ditutup-tutupi, kami bongkar,” ujar Rustam Efendi dengan nada tegas.
Sikap tersebut mencerminkan ketegangan yang mengiringi kasus ini. Di satu sisi, aparat penegak hukum dituntut untuk menjalankan proses secara transparan dan akuntabel. Di sisi lain, keluarga korban dan publik menaruh harapan besar agar kebenaran tidak dikaburkan oleh kepentingan apa pun.
Rekonstruksi ini pada akhirnya akan menjadi penentu arah kasus. Apakah ia akan menjadi titik terang yang menjawab semua keraguan, atau justru memperdalam kecurigaan yang sudah berkembang?
BACA JUGA: Otopsi Belum Digelar, Penetapan Tersangka Kematian Gita Dipersoalkan
Di tengah berbagai pertanyaan yang belum terjawab, satu hal menjadi jelas: publik tidak hanya menunggu hasil, tetapi juga mengawasi proses. Karena dalam kasus seperti ini, kebenaran bukan hanya soal apa yang diungkap, tetapi juga bagaimana ia diungkap.
Dan di Kepahiang, semua mata kini tertuju pada satu momen penting—rekonstruksi yang akan menentukan apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau sekadar ditampilkan. (*/red)







