EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menjadikan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2026–2046 sebagai pijakan untuk mengarahkan investasi dan memperkuat perekonomian daerah dalam 20 tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin saat membuka paparan akhir RUPM Kabupaten Empat Lawang 2026–2046, Rabu (16/9/2026).
Fauzan mengatakan RUPM yang disusun melalui kajian tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk mendorong investasi berkualitas, ekonomi yang lebih beragam, hijau, inklusif dan kompetitif.
Menurutnya, dokumen tersebut tidak sekadar menjadi administrasi perencanaan.
BACA JUGA: Cik Ujang Dorong Lulusan Akamigas Pacu Ekonomi Sumsel
RUPM harus menjadi panduan pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan investasi untuk jangka panjang.
“Arah dan tujuan yang pasti pada satu titik itu menjadi kiblat, karena dia akan menjadi kompas, akan menjadi titik yang akan kita tuju 5, 10, 15, 25 tahun yang akan datang untuk Kabupaten Empat Lawang,” kata Fauzan.
Dalam sambutannya, Fauzan juga menyoroti kondisi fiskal Kabupaten Empat Lawang yang masih sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Ia menyebut dari APBD sekitar Rp1,2 triliun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang pada 2025 hanya sekitar Rp65 miliar.
BACA JUGA: Tak Sekadar Mendata, BPS Empat Lawang Punya Cara Khusus Agar Sensus Ekonomi Tak Ditolak Warga
Jika dibandingkan dengan total APBD yang disebutnya sekitar Rp1,2 triliun, angka tersebut berada di kisaran 5 persen.
Fauzan menyebut kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya kemampuan fiskal daerah dari sumber pendapatan sendiri.
“Dari APBD kita sekarang ini di 1,2, PAD dari berbagai sumber, kalau salah mohon diluruskan, itu di 2025 cuma tembus di angka Rp65 miliar,” ujarnya.
Fauzan mengatakan ketergantungan terhadap transfer pusat membuat daerah harus memperkuat fondasi ekonominya, terutama melalui sumber pendapatan yang dapat dikembangkan di daerah.
BACA JUGA: Kaleidoskop Ekonomi Sumsel 2025 — Investasi Meledak, Infrastruktur Menggila, Masa Depan Cerah?
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti perahu yang mudah terombang-ambing ketika terjadi perubahan kebijakan anggaran di tingkat pusat.





