Sabina Guseynova Kembali Dicari, Kisah Pernikahannya dengan Guruh Soekarnoputra

oleh -622 Dilihat
Nama Sabina Guseynova kembali menjadi perhatian setelah Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026. Foto: Istimewa

JAKARTA, LINTANGPOS.com – Nama Sabina Guseynova kembali menjadi perhatian setelah Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.

Sosok perempuan asal Uzbekistan itu pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Guruh.

Sabina merupakan mantan istri Guruh. Keduanya menikah pada 20 September 2002 di Tashkent, Uzbekistan, setelah hubungan mereka berawal dari pertemuan dalam sebuah acara seni internasional.

Pertemuan tersebut berlangsung di Pyongyang, Korea Utara, pada April 2002.

BACA JUGA: Mahalini Buka Suara soal Kontroversi Lagu Percuma

Saat itu, Guruh bersama rombongan keseniannya mengikuti The April Spring Friendship Art Festival.

Sabina hadir sebagai bagian dari delegasi seni tari Uzbekistan.

Latar belakang mereka yang sama-sama dekat dengan dunia seni kemudian menjadi salah satu titik yang mempertemukan keduanya.

Hubungan tersebut berkembang hingga Guruh membawa Sabina ke Indonesia untuk diperkenalkan kepada keluarga.

BACA JUGA: Wulan Purnamasari Soroti Tiga Pilar Perjuangan

Sabina juga sempat bertemu Megawati Soekarnoputri, kakak Guruh yang ketika itu menjabat Presiden RI.

Menikah di Uzbekistan

Guruh kemudian melakukan perjalanan ke Uzbekistan. Pada 19 September 2002, ia disebut melamar Sabina di negara asal perempuan tersebut.

Sehari kemudian, keduanya melangsungkan pernikahan di Tashkent.

Pernikahan itu selanjutnya dirayakan melalui resepsi di Jakarta pada 19 dan 20 Oktober 2002.

BACA JUGA: Agnez Mo Debut Hollywood, Perannya Jadi Sorotan

Resepsi digelar di kediaman keluarga Guruh di kawasan Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Acara tersebut berlangsung meriah dan disebut dihadiri ribuan undangan.

Sabina tampil mengenakan busana bernuansa adat Jawa. Pernikahan itu juga memiliki cerita tersendiri melalui mas kawin yang diberikan Guruh.

Mas kawin tersebut berupa Al-Qur’an, buku Di Bawah Bendera Revolusi, serta autobiografi Soekarno.

Saat menikah, Guruh berusia 49 tahun, sedangkan Sabina berusia 23 tahun. Perbedaan usia keduanya mencapai 27 tahun.

BACA JUGA: Pesan Gubernur: Nahdliyin Sumsel Jaga Kekompakan!

Rumah Tangga Berakhir pada 2009

Perjalanan rumah tangga Guruh dan Sabina berlangsung sekitar tujuh tahun. Keduanya kemudian berpisah pada 2009.

No More Posts Available.

No more pages to load.