Ringkasan Berita:
° Pengguna Samsung sering kesal dengan tampilan Recents yang mirip iOS dan boros swipe.
° Dengan satu pengaturan tersembunyi di aplikasi Good Lock, tampilan multitasking bisa diubah menjadi grid 2×3 yang jauh lebih cepat, efisien, dan benar-benar mengubah pengalaman memakai One UI.
JAKARTA, LINTANGPOS.com — Ada satu perilaku khas pada ponsel Samsung yang diam-diam bikin banyak pengguna geregetan: tampilan Recents atau menu aplikasi terbaru.
Secara visual, tampilannya memang mulus—slick, rapi, dan penuh animasi halus.
Tapi begitu bicara soal produktivitas, apalagi di layar jumbo 6,8 inci, pengalaman ini bisa berubah jadi mimpi buruk kecil.
Mengapa harus menyapu layar hingga empat kali hanya untuk kembali ke aplikasi yang dipakai tiga puluh detik sebelumnya?
Di atas kertas, desainnya elegan. Dalam kenyataan, ia terasa seperti salinan mentah dari iOS yang menyia-nyiakan ruang besar di layar.
Masalah di Balik Tampilan Keren
BACA JUGA: One UI 8.5 Bocor! Samsung Tambah ‘Benteng Rahasia’ Baru di Galaxy S25, Pencuri Auto Gigit Jari!
Menu Recents seharusnya jadi area yang paling sering dan paling cepat diakses.
Dengan carousel horizontal ala kebanyakan Android modern, Samsung hingga Google Pixel memang tampil meyakinkan untuk promosi.
Satu aplikasi diperbesar, animasi 120Hz berjalan halus, dan ponsel terlihat premium.
Namun, saat pengguna berpindah cepat antara Slack, Chrome, OneNote, hingga X dalam hitungan menit, tampilan ini justru terasa kurang efisien.
Untuk mencari aplikasi yang dipakai beberapa menit lalu, ibu jari harus bekerja keras menyapu layar berulang-ulang.
Di layar besar seperti Galaxy S24 Ultra, ini terasa seperti olahraga jempol yang tidak diperlukan.
BACA JUGA: Bocor! Enam HP Samsung 2026 Terkuak: Ada Kejutan di Lini Galaxy S dan Z
Good Lock: Pahlawan Tersembunyi
Solusinya? Ternyata sudah ada di perangkat Samsung—hanya saja dipendam rapi di Galaxy Store.
Aplikasi opsional bernama Good Lock membawa sederet modul kustomisasi yang jarang diketahui pengguna biasa.
Salah satu modulnya, Home Up, menyimpan pengaturan yang secara ajaib mampu membalik pengalaman multitasking.
Dalam sub-menu bernama Task Changer, pengguna bisa mengubah tampilan Recents dari carousel biasa menjadi beberapa pilihan lain: List, Stack, Vertical List, hingga Grid.
Pilihan terakhir inilah yang secara dramatis mengubah cara ponsel digunakan.
BACA JUGA: Samsung Galaxy S26 Hadir dengan Lompatan Besar: Kamera 50MP, Baterai Jumbo, dan Layar QHD M14!
Dengan tampilan grid 2×3, aplikasi yang sebelumnya menumpuk kini tampil berjejer dalam satu layar.
Bukan satu, melainkan enam aplikasi sekaligus.
Tidak perlu lagi menyapu layar berkali-kali—semua tampak jelas, mudah dijangkau, dan cepat dipilih.
Pengguna bahkan mulai mengembangkan muscle memory, mengingat letak aplikasi secara otomatis.
Kustomisasi Tanpa Batas
Good Lock tak berhenti di situ. Modul Home Up membuka pintu untuk menyetel gestur, panel edge, tata letak home screen, hingga pengelola berbagi (share manager).
BACA JUGA: Samsung Rilis Pembaruan One UI 8.0 Berbasis Android 16 untuk Galaxy Tab Active 5
Ada pula LockStar untuk memperkaya layar kunci, serta Edge Lighting+ untuk memodifikasi efek cahaya pada tepi layar.
Dari sinilah muncul daya tarik Samsung yang sering tak dimiliki pesaingnya.
Pixel mungkin punya kamera lebih tajam, iPhone punya aplikasi yang lebih halus, tetapi Samsung menawarkan satu hal yang tidak bisa dinilai angka: kebebasan.
Pengguna diperlakukan sebagai power user yang tahu apa yang mereka inginkan.
Mengapa Grid Mengubah Segalanya
Mengganti tampilan multitasking mungkin terlihat seperti tweak kecil.
BACA JUGA: Samsung Galaxy A57 Mulai Diuji, Siap Jadi Suksesor Galaxy A56 di 2026
Tapi di dunia yang serba cepat, perubahan yang memotong gesekan mikro—micro-friction—bisa membuat penggunaan ponsel terasa jauh lebih ringan.
Melihat enam aplikasi sekaligus memberi kecepatan dan ritme kerja yang berbeda.
Jika kamu menggunakan Samsung dan punya akses ke Good Lock, cobalah pengaturan Grid ini dalam 24 jam saja.
Banyak pengguna akhirnya bertanya-tanya bagaimana mereka bisa bertahan dengan tampilan default selama ini.
Dan ketika sudah terbiasa, kembali ke carousel hanyalah membuat ponsel terasa lebih lambat dari seharusnya. (*/red)





