Sekolah di Sumsel Atur Ritme Belajar Selama Ramadan

oleh -68 Dilihat
oleh
Disdik Sumsel terbitkan edaran pembelajaran Ramadan 1447 H, mengatur jadwal belajar, libur, dan penguatan karakter siswa. (*/Ils)

PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di Sumatera Selatan.

Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kekhusyukan ibadah, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 420/4212/Set.3/Disdik SS/2026 tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama Ramadan 2026 Masehi.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di wilayah Sumatera Selatan.

Kebijakan ini menjadi pedoman agar satuan pendidikan memiliki acuan yang seragam dalam mengatur jadwal, metode, dan jenis kegiatan pembelajaran selama bulan puasa.

Penerbitan surat edaran ini bukan tanpa dasar.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Sekretaris Daerah Nomor 800.1/0735/BKD.I/2026 tertanggal 9 Februari 2026 serta Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Nomor 420/10570/Set.3/Disdik.SS/2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.

BACA JUGA: Jadwal Sekolah Selama Ramadhan di Kabupaten Kepahiang Resmi Diatur, Berikut Rinciannya!

Dengan landasan tersebut, sekolah diharapkan mampu menyesuaikan aktivitas akademik dengan kondisi fisik dan spiritual peserta didik selama Ramadan.

Pengawas SMA, Syamsul, menjelaskan bahwa surat edaran ini dimaksudkan sebagai acuan resmi bagi sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran yang seimbang antara aspek akademik dan pembinaan karakter.

Menurutnya, Ramadan justru menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan peserta didik.

“Pengaturan ini bertujuan agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan efektif, sekaligus memberi ruang bagi peserta didik untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pembentukan karakter selama Ramadan,” ujar Syamsul, Sabtu (14/2/2026).

Dalam edaran tersebut diatur secara rinci tahapan kegiatan pembelajaran dan libur selama Ramadan hingga Idul Fitri. Pada 18 hingga 21 Februari 2026, peserta didik menjalani libur awal Ramadan.

Meski demikian, kegiatan belajar tidak sepenuhnya dihentikan.

BACA JUGA: Pemkot Lubuk Linggau Sesuaikan Jam Kerja ASN Jelang Ramadan

Peserta didik tetap melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat, sesuai dengan penugasan dari masing-masing satuan pendidikan.

Memasuki 23 Februari hingga 15 Maret 2026, kegiatan pembelajaran kembali berlangsung di sekolah.

Namun, suasananya diarahkan lebih kondusif dan adaptif terhadap ibadah puasa.

Sekolah diharapkan menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian peserta didik.

Bagi murid beragama Islam, sekolah dianjurkan memfasilitasi kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan spiritual.

BACA JUGA: 10 Mukena Nyaman dan Modern untuk Tarawih Ramadan 2026

Sementara itu, murid yang beragama selain Islam tetap mendapatkan ruang pembinaan melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Penyesuaian waktu dan bentuk kegiatan diserahkan kepada kebijakan masing-masing satuan pendidikan.

Selama Ramadan, durasi jam pelajaran dipersingkat menjadi 30 menit per jam pelajaran dan dimulai pukul 07.30 WIB.

Kebijakan ini bertujuan menjaga konsentrasi dan kondisi fisik peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikuler dengan aktivitas fisik berat ditiadakan, sedangkan mata pelajaran olahraga tetap diberikan dalam bentuk teori.

Adapun pada 16 hingga 29 Maret 2026 ditetapkan sebagai libur bersama Idul Fitri.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Polisi Bongkar Pabrik Arak Rumahan Bengkulu

Proses pembelajaran di sekolah akan kembali berjalan normal mulai 30 Maret 2026.

Dalam surat edaran tersebut juga ditekankan pentingnya peran orang tua atau wali.

Mereka diharapkan aktif membimbing, mendampingi, serta memantau kegiatan belajar mandiri dan pelaksanaan ibadah anak selama Ramadan.

Sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dinilai menjadi kunci keberhasilan pembelajaran di bulan penuh berkah ini. (*/red)