Seleksi Mandiri ITB Dihapus Mulai 2026! Ini Peta Baru Jalur Masuk ITB yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa

oleh -293 Dilihat
ITB menghapus Seleksi Mandiri dan menghadirkan Seleksi Siswa Unggul mulai 2026. Simak jalur masuk ITB terbaru, peluang, dan strategi yang perlu disiapkan calon mahasiswa. (*/Ils)

Ringkasan Berita:

° ITB resmi menghapus Seleksi Mandiri mulai 2026 dan menggantinya dengan Seleksi Siswa Unggul (SSU).

° Perubahan ini mengubah peta jalur masuk ITB, dari SNBP, SNBT, IUP hingga SSU yang lebih inklusif dan beragam.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi mengumumkan perubahan besar dalam sistem penerimaan mahasiswa baru program sarjana.

Mulai tahun akademik 2026, kampus teknologi ternama di Indonesia ini tidak lagi menyelenggarakan Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB), jalur yang selama ini menjadi alternatif populer bagi calon mahasiswa yang belum lolos seleksi nasional.

Sebagai penggantinya, ITB memperkenalkan Seleksi Siswa Unggul (SSU), sebuah mekanisme baru yang diklaim lebih sederhana, inklusif, dan mampu menjaring potensi siswa dari berbagai latar belakang daerah maupun prestasi.

Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan paradigma ITB dalam merekrut mahasiswa baru, tidak lagi semata berbasis tes, tetapi juga pada rekam jejak dan potensi menyeluruh siswa.

Dengan dihapuskannya SM-ITB, calon mahasiswa yang mengincar kursi di kampus Ganesha perlu memahami ulang peta jalur masuk yang kini tersedia.

Kesalahan strategi atau kurangnya informasi bisa berakibat fatal dalam persaingan yang semakin ketat.

BACA JUGA: Terungkap! Inilah 10 Nama Calon Pimpinan BAZNAS Lubuk Linggau yang Lolos Seleksi Ketat 2025

SNBP Tetap Jadi Jalur Utama Berbasis Prestasi

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masih menjadi jalur utama bagi siswa kelas XII yang memiliki catatan akademik dan non-akademik unggul.

Jalur ini menitikberatkan pada nilai rapor seluruh mata pelajaran serta komponen penggali minat dan bakat.

Mengacu pada kebijakan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), SNBP dirancang sebagai bentuk penghargaan atas proses pembelajaran yang konsisten dan menyeluruh selama pendidikan menengah.

Peserta yang berhak mengikuti SNBP adalah siswa eligible yang datanya telah diinput sekolah ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Di ITB, peserta SNBP tidak langsung memilih program studi secara spesifik.

BACA JUGA: Resmi Dibuka! Seleksi PPPK Tendik SR, Berikut Daftar Gaji Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Semua Golongan!

Calon mahasiswa memilih fakultas, sekolah, atau rumpun keilmuan terlebih dahulu, lalu akan ditempatkan ke program studi tertentu setelah menjalani satu semester perkuliahan.

Sistem ini memberi ruang adaptasi dan eksplorasi minat di awal masa studi.

Bagi peminat bidang seni dan olahraga, khususnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), portofolio menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Kelebihan SNBP terletak pada absennya tes tertulis nasional, sehingga siswa berprestasi memiliki peluang besar tanpa tekanan ujian tambahan.

SNBT, Andalan Lulusan Gap Year dan Pejuang UTBK

Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil di SNBP atau merupakan lulusan tahun sebelumnya, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi jalur utama berikutnya.

BACA JUGA: Gonjang-Ganjing Seleksi ASN 2026 Hanya untuk CPNS? PPPK Terancam Tak Kebagian Kursi!

SNBT mengandalkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan standar nasional.

Materi UTBK mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika.

Berbeda dengan era sebelumnya, ITB tidak lagi menerapkan ujian campuran Saintek atau Soshum, karena fokus seleksi kini berada pada kemampuan berpikir kritis, logika, dan literasi.

Meski demikian, calon mahasiswa tetap harus mencermati ketentuan khusus program studi tertentu yang mensyaratkan latar belakang jurusan SMA tertentu.

Seperti pada SNBP, peminat FSRD melalui jalur SNBT juga diwajibkan mengunggah portofolio seni rupa.

IUP ITB, Jalur Global yang Tetap Dibuka

BACA JUGA: Baznas Kota Lubuk Linggau Buka Seleksi Calon Pimpinan Periode 2026–2031

Meski seleksi mandiri reguler dihapus, ITB tetap membuka International Undergraduate Program (IUP) bagi calon mahasiswa yang mengincar pendidikan berorientasi global.

Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia maupun mahasiswa asing.

Kurikulum IUP dirancang dalam bahasa Inggris dan sering kali terintegrasi dengan program pertukaran pelajar atau double degree bersama universitas mitra luar negeri. Jalur seleksinya pun berbeda dari jalur nasional.

Calon peserta IUP umumnya diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL.

Selain itu, seleksi akademik dilakukan melalui ITB AQ Test atau menggunakan nilai SAT.

Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari teknik, sains, desain, hingga bisnis.

BACA JUGA: Ribuan Tenaga Honorer Lahat Lolos Seleksi, BKN Terbitkan Surat Pengantar PPPK Paruh Waktu

SSU, Wajah Baru Seleksi Mandiri ITB

Mulai 2026, Seleksi Siswa Unggul (SSU) hadir sebagai pengganti SM-ITB. Jalur ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi dengan menilai potensi siswa secara lebih komprehensif.

SSU dibagi menjadi dua skema utama. Pertama, jalur tes, yang mengandalkan ITB AQ Test sebagai komponen utama.

Untuk bidang seni dan arsitektur, peserta akan mengikuti tambahan tes keterampilan menggambar.

Kedua, jalur non-tes, yang menilai prestasi nilai rapor, capaian nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta prestasi non-akademik di bidang seni, olahraga, kewirausahaan, hingga afirmasi bagi siswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Pendekatan ini memungkinkan siswa menunjukkan keunggulan dari berbagai sisi, tidak hanya melalui angka ujian.

BACA JUGA: Tak Lolos SNBP? Ini 8 Ekskul Jalur Emas Masuk PTN Tanpa Tes, Banyak yang Tak Disangka!

ITB berharap SSU mampu menjaring talenta unggul yang selama ini mungkin terpinggirkan oleh sistem seleksi berbasis tes semata.

Strategi Baru, Tantangan Baru

Penghapusan SM-ITB dan hadirnya SSU menandai evolusi besar dalam sistem seleksi ITB.

Calon mahasiswa kini dituntut lebih strategis dalam memilih jalur, menyiapkan portofolio, menjaga konsistensi prestasi, dan memahami karakter tiap seleksi.

Orangtua dan siswa disarankan untuk terus memantau informasi resmi melalui laman admission.itb.ac.id agar tidak tertinggal jadwal, syarat, maupun mekanisme terbaru.

Di tengah persaingan yang makin ketat, informasi yang akurat bisa menjadi pembeda antara peluang dan kegagalan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search