Serem! Jawara Kampung Lari Ketakutan saat Melintas di Jalan Ini

oleh -127 Dilihat
oleh
Ilustrasi

Sebagian warga mengaku pernah melihat seorang perempuan berjalan mengikuti mereka dari belakang.

Sosok itu disebut muncul tanpa suara, hanya langkah samar yang terus terdengar meski orang yang diikuti mempercepat jalannya.

Ada pula cerita tentang rambut panjang yang menjuntai dari dahan pohon hingga hampir menyentuh badan jalan.

BACA JUGA: Ilmuwan Klaim Tahu Lokasi MH370! Pencarian Terbaru Dimulai 30 Desember, Akhir Misteri 11 Tahun?

Cerita tersebut berkembang selama bertahun-tahun dan menjadi alasan banyak warga memilih tidak melintas sendirian ketika malam tiba.

Pengalaman lain yang tak kalah terkenal adalah penampakan bola api.

Menurut penuturan yang diwariskan warga terdahulu, bola bercahaya itu beberapa kali terlihat melayang perlahan di antara pepohonan.

Cahaya berwarna kemerahan tersebut disebut bergerak tanpa suara sebelum akhirnya menghilang di balik rimbunnya hutan.

BACA JUGA: Pemotor Dipepet, Ditendang, Lalu Jatuh 20 Meter—Pelaku Misterius Kabur

Tidak sedikit orang yang mengaku melihatnya, meski cerita setiap saksi selalu berbeda-beda.

Ada yang menyebut bola api melintas rendah di atas jalan.

Ada pula yang mengatakan cahaya itu muncul dari arah pohon Kemang sebelum terbang menuju dalam hutan.

Kisah-kisah tersebut akhirnya menyatu menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Tebing Tinggi.

BACA JUGA: Masjid Az Zahro, Warisan Iman di Jalur Lintas Sumatera

Namun dari seluruh cerita yang berkembang, terdapat satu pengalaman yang hingga kini masih sering dibicarakan oleh warga lanjut usia.

Yakni kisah seorang pengendara sepeda yang melintas di bawah pohon Kemang raksasa.

Saat itu ia sedang mengayuh sepeda menuju kampung. Jalan sebenarnya datar dan tidak menanjak.

Namun ketika tepat berada di bawah pohon Kemang, sepedanya mendadak terasa seperti tertahan sesuatu.

BACA JUGA: Bacokan Berdarah di Pasar Inpres! Duel Dua Sekuriti Terekam Kamera, Satu Kritis

Pedal terus dikayuh sekuat tenaga.

Kakinya bahkan hampir kehabisan tenaga. Akan tetapi sepeda tersebut tidak bergerak maju sedikit pun.

Roda tetap berputar, namun tubuhnya seolah diam di tempat.

Semakin keras ia mengayuh, semakin besar pula rasa takut yang menyelimuti dirinya.

BACA JUGA: Menakar Tokoh-Tokoh Potensial Pilkada Empat Lawang 2030: Siapa yang Layak Memimpin Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati?

Setelah beberapa saat, barulah sepeda itu mendadak kembali melaju seperti biasa.

Tanpa ada batu, lumpur ataupun kerusakan pada kendaraan yang dapat menjelaskan kejadian tersebut.

Cerita itu kemudian menjadi salah satu legenda paling terkenal tentang jalan hutan antara Kelumpang dan Kampung Pensiunan.

Kini suasana kawasan tersebut telah jauh berubah.

BACA JUGA: Kisah Legenda Sepak Bola Inggris, Paul Gascoigne Berjuang Keras Lepas dari Ketergantungan Alkohol Hingga Kini

Hutan lebat perlahan mulai terbuka. Rumah-rumah warga berdiri di berbagai sisi.

Jalan pun semakin ramai dilalui kendaraan setiap hari sehingga kesan menyeramkan masa lalu mulai memudar.

Generasi muda mungkin hanya mengenal lokasi itu sebagai kawasan permukiman biasa.

Mereka tidak lagi merasakan bagaimana gelapnya jalan hutan pada era ketika listrik belum menerangi setiap sudut kampung.

BACA JUGA: DPR Soroti Perusahaan Sawit 18 Tahun Tanpa HGU di Empat Lawang dan OKU Timur

Meski demikian, bagi warga yang tumbuh pada masa itu, kenangan tentang lorong pohon besar, harimau tengah malam, perempuan misterius, bola api, hingga pohon Kemang raksasa tetap hidup sebagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Apakah seluruh kisah tersebut benar-benar terjadi, sekadar pengalaman pribadi, atau hanya legenda yang berkembang karena suasana hutan yang begitu mencekam, tidak ada yang mampu memastikan.

Yang jelas, nama Jakuk masih sering disebut ketika warga berkumpul membicarakan cerita-cerita lama Tebing Tinggi.

Seorang jawara kampung yang dikenal tak gentar menghadapi siapa pun, tetapi pada suatu malam sunyi pukul setengah satu dini hari memilih berlari tergopoh-gopoh demi menyelamatkan diri setelah berhadapan dengan seekor harimau di tengah jalan hutan.

BACA JUGA: 9 Benda di Rumah yang Dipercaya Menghambat Rezeki Menurut Primbon Jawa

Dan sejak malam itu, lorong hutan antara Kelumpang Jaya dan Kampung Pensiunan tak hanya dikenang sebagai jalan penghubung utama dua kampung, melainkan juga sebagai saksi lahirnya salah satu legenda paling dramatis dalam ingatan masyarakat Empat Lawang. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.