Categories: Artikel Empat Lawang Sumsel

Serem! Jawara Kampung Lari Ketakutan saat Melintas di Jalan Ini

Roda tetap berputar, namun tubuhnya seolah diam di tempat.

Semakin keras ia mengayuh, semakin besar pula rasa takut yang menyelimuti dirinya.

BACA JUGA: Menakar Tokoh-Tokoh Potensial Pilkada Empat Lawang 2030: Siapa yang Layak Memimpin Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati?

Setelah beberapa saat, barulah sepeda itu mendadak kembali melaju seperti biasa.

Tanpa ada batu, lumpur ataupun kerusakan pada kendaraan yang dapat menjelaskan kejadian tersebut.

Cerita itu kemudian menjadi salah satu legenda paling terkenal tentang jalan hutan antara Kelumpang dan Kampung Pensiunan.

Kini suasana kawasan tersebut telah jauh berubah.

BACA JUGA: Kisah Legenda Sepak Bola Inggris, Paul Gascoigne Berjuang Keras Lepas dari Ketergantungan Alkohol Hingga Kini

Hutan lebat perlahan mulai terbuka. Rumah-rumah warga berdiri di berbagai sisi.

Jalan pun semakin ramai dilalui kendaraan setiap hari sehingga kesan menyeramkan masa lalu mulai memudar.

Generasi muda mungkin hanya mengenal lokasi itu sebagai kawasan permukiman biasa.

Mereka tidak lagi merasakan bagaimana gelapnya jalan hutan pada era ketika listrik belum menerangi setiap sudut kampung.

BACA JUGA: DPR Soroti Perusahaan Sawit 18 Tahun Tanpa HGU di Empat Lawang dan OKU Timur

Meski demikian, bagi warga yang tumbuh pada masa itu, kenangan tentang lorong pohon besar, harimau tengah malam, perempuan misterius, bola api, hingga pohon Kemang raksasa tetap hidup sebagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Apakah seluruh kisah tersebut benar-benar terjadi, sekadar pengalaman pribadi, atau hanya legenda yang berkembang karena suasana hutan yang begitu mencekam, tidak ada yang mampu memastikan.

Yang jelas, nama Jakuk masih sering disebut ketika warga berkumpul membicarakan cerita-cerita lama Tebing Tinggi.

Seorang jawara kampung yang dikenal tak gentar menghadapi siapa pun, tetapi pada suatu malam sunyi pukul setengah satu dini hari memilih berlari tergopoh-gopoh demi menyelamatkan diri setelah berhadapan dengan seekor harimau di tengah jalan hutan.

BACA JUGA: 9 Benda di Rumah yang Dipercaya Menghambat Rezeki Menurut Primbon Jawa

Dan sejak malam itu, lorong hutan antara Kelumpang Jaya dan Kampung Pensiunan tak hanya dikenang sebagai jalan penghubung utama dua kampung, melainkan juga sebagai saksi lahirnya salah satu legenda paling dramatis dalam ingatan masyarakat Empat Lawang. (*/red)

Page: 1 2 3 4

Redaksi

Recent Posts

  • Berita

Calon Ketua DPD Partai Golkar Empat Lawang Mengerucut ke Satu Nama

Verifikasi DPD Golkar Sumsel menemukan kekurangan kecil dalam berkas pencalonan. Dari dua pengambil berkas, hanya…

2 minggu ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

David Aljufri Dorong Kaderisasi Jelang Musda Golkar Empat Lawang

David Hardianto Aljufri menekankan kaderisasi menjelang Musda Golkar Empat Lawang. Ia berharap pengurus baru memperkuat…

2 minggu ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Cegah Karhutla, Polres Empat Lawang Gencarkan Patroli dari Rumah ke Rumah

Polres Empat Lawang menggencarkan patroli Makmano Karhutla di Talang Padang dan mengimbau warga tidak membakar…

2 minggu ago
  • Berita

Mantan Murid Bobol Rumah Guru di Lintang Kanan

Mantan murid diduga membobol rumah gurunya di Lintang Kanan. Polisi menangkap A.N. dan mengamankan kompor…

2 minggu ago
  • Berita

Rhendy Andrea Resmi Daftar Calon Ketua Golkar Empat Lawang

Rhendy Andrea resmi mendaftar calon Ketua Golkar Empat Lawang. Ia mengklaim hampir 90 persen dukungan…

2 minggu ago
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

BPBPK Sumsel Tinjau Lokasi SPAM Sekolah Rakyat Empat Lawang

BPBPK Sumsel meninjau lokasi SPAM Sekolah Rakyat di Puncak Are, Empat Lawang, mencakup rencana IPA,…

2 minggu ago