Si Pahit Lidah, Legenda Sakti yang Terus Hidup di Sumatera Selatan

oleh -855 Dilihat
oleh
Patung Sipahit Lidah. (*/Istimewa)

Putri Bimbang Ati disebut sebagai adik Riye Tabing, tokoh yang kemudian dikenal dengan julukan Si Mata Empat.

Dalam kisah tersebut, Si Badrin akhirnya menikahi Putri Bimbang Ati.

Pada pesta pernikahan, ia meminta bidadari bungsu menari di hadapan para tamu.

Awalnya permintaan itu ditolak.

Namun, setelah dipaksa, bidadari bungsu bersedia menari dengan satu syarat: ia harus mengenakan selendang miliknya yang selama ini disembunyikan Si Badrin.

Selendang itu akhirnya diberikan. Ketika menari, bidadari bungsu kemudian terbang dan meninggalkan dunia menuju kayangan.

Peristiwa tersebut dalam tradisi masyarakat Pagaralam dikaitkan dengan asal-usul Tari Kebagh, salah satu kesenian tradisional yang dikenal di daerah tersebut.

Anak yang Ditinggalkan di Gunung Dempo

Setelah kembali ke kayangan, bidadari bungsu tidak sepenuhnya diterima oleh saudara-saudaranya karena anak yang dikandungnya merupakan keturunan manusia.

Ia kemudian pergi menuju Gunung Dempo.

Di kawasan tersebut, ia melahirkan seorang anak laki-laki bernama Burung Binang.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search