Siswa Sekolah Rakyat Diduga Dirundung, Berujung Patah Tangan

oleh -91 Dilihat
oleh
Ilustrasi

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Seorang siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Empat Lawang berinisial E harus dipulangkan ke rumah setelah diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah siswa di lingkungan sekolah.

E sebelumnya mendapat penanganan medis di RSUD Empat Lawang setelah mengalami cedera pada tangan kanannya.

Kondisi tersebut membuat siswa itu sementara waktu meninggalkan aktivitas belajar di Sekolah Rakyat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula dari keributan setelah salat Isya saat pembagian bantal.

BACA JUGA: Pelaku Perundungan di Muratara Diantar Keluarga ke Polres, Polisi: Masih Anak-Anak, Tak Bisa Langsung Ditahan!

E diduga dicegat sejumlah siswa sebelum kemudian mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan tangannya patah.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menyediakan lingkungan tinggal bagi siswa.

Keluarga korban berharap kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Mereka meminta perlindungan terhadap anak diperkuat dan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti pendidikan dalam kondisi aman.

BACA JUGA: Video Perundungan Siswi SMP di Muratara Viral, Pelaku Dikenai Sanksi

Aspek pengawasan juga menjadi sorotan, terutama di lingkungan asrama.

Informasi mengenai tidak adanya penanggung jawab asrama di lokasi saat kejadian menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Empat Lawang, Ice Apra Listiana, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Iya, benar itu di Sekolah Rakyat Empat Lawang,” ungkap Ice saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA: Takut Melapor, Kasus KDRT Diduga Jauh Lebih Banyak

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Empat Lawang, Mardalena, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi korban.

“Dapat informasi itu kami langsung bawa ke rumah sakit bersama wali asuh untuk diobati,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.