Dengan rasa penasaran dan semangat demokrasi, satu per satu siswa mengklik gambar pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sesuai pilihan mereka.
Proses pemungutan suara berlangsung cepat, sederhana, dan minim kesalahan.
Meski berbasis teknologi, nilai-nilai demokrasi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kebebasan memilih tetap menjadi inti dari kegiatan ini.
Guru pembina OSIS SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Romzi, menjadi sosok penting di balik terobosan ini.
Ia menjelaskan bahwa aplikasi e-voting tersebut dirancang sendiri agar mudah dipahami oleh siswa serta menjamin transparansi hasil pemilihan.
“Anak-anak sekarang hidup di era teknologi. Maka pendidikan demokrasi juga harus menyesuaikan. E-voting ini melatih mereka untuk jujur, bertanggung jawab, dan melek teknologi,” ujar Romzi.
Dalam pemilihan OSIS periode 2026–2027 ini, terdapat tiga pasangan kandidat yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan masa kampanye terbuka.








