Pemilihan Ketua OSIS SMP Negeri 5 Tebing Tinggi menggunakan e-voting menjadi terobosan pendidikan demokrasi digital yang transparan dan futuristik, Senin (19/1/2026). Foto: Istimewa
SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, sukses menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS berbasis e-voting. Inovasi digital ini menghadirkan pembelajaran demokrasi yang modern, transparan, dan inspiratif bagi siswa.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS umumnya identik dengan kertas suara, bilik tertutup, dan proses penghitungan manual yang memakan waktu.
Namun pemandangan berbeda terlihat di SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Sekolah ini berani melangkah lebih jauh dengan menggelar pemilihan OSIS berbasis electronic voting (e-voting), sebuah inovasi yang tergolong futuristik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pelaksanaan pemilihan tersebut berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026.
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak lebih semarak dari biasanya.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah para siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang berbaris rapi menunggu giliran menggunakan hak pilihnya.
BACA JUGA: Kemenkes Buka Lowongan SIHREN, Dua Posisi Jadi Rebutan!
Mereka tidak menuju bilik suara konvensional, melainkan duduk di hadapan laptop yang telah terpasang aplikasi e-voting khusus pemilihan OSIS.
Dengan rasa penasaran dan semangat demokrasi, satu per satu siswa mengklik gambar pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sesuai pilihan mereka.
Proses pemungutan suara berlangsung cepat, sederhana, dan minim kesalahan.
Meski berbasis teknologi, nilai-nilai demokrasi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kebebasan memilih tetap menjadi inti dari kegiatan ini.
Guru pembina OSIS SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Romzi, menjadi sosok penting di balik terobosan ini.
Ia menjelaskan bahwa aplikasi e-voting tersebut dirancang sendiri agar mudah dipahami oleh siswa serta menjamin transparansi hasil pemilihan.
“Anak-anak sekarang hidup di era teknologi. Maka pendidikan demokrasi juga harus menyesuaikan. E-voting ini melatih mereka untuk jujur, bertanggung jawab, dan melek teknologi,” ujar Romzi.
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…